Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 07:49 WIB

Facebook Kumpulkan Donasi Kebakaran Australia

Minggu, 12 Januari 2020 | 03:03 WIB
Facebook Kumpulkan Donasi Kebakaran Australia
(ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Menlo Park - Facebook mencatat lebih dari 19 ribu penggalangan dana untuk kebakaran hutan di Australia telah dilakukan di platform mereka sejak sepekan terakhir, yang menghasilkan donasi lebih dari US$50 juta atau sekitar Rp687,9 miliar.

Dalam situs resmi Facebook, Kepala Aplikasi Facebook Fidji Simo menyebutkan bahwa bantuan dan sumbangan tersebut berasal dari lebih dari 75 negara.

Facebook mencatat penggalangan dana terbesar dilakukan oleh aktor dan komedian Australia, Celeste Barber, yang telah mengumpulkan lebih dari US$34 juta (sekitar Rp467,7 miliar) dari lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia untuk bantuan kebakaran.

Penggalangan dana lainnya dilakukan oleh Layanan Informasi dan Penyelamatan Satwa, NSW, yang telah mengumpulkan lebih dari US$9 juta (sekitar Rp123,8 miliar) dari hampir 300 ribu orang untuk bantuan terhadap jutaan spesies yang terancam punah akibat kebakaran hutan, termasuk 30 persen di antaranya adalah populasi koala.

Facebook juga mengatakan bahwa mereka yang terdampak kebakaran hutan berkumpul bersama menggunakan Grup Facebook untuk berbagi informasi dan saling mendukung.

Ada lebih dari 9.000 anggota di grup Bushfire Emergency Accomodation di Canberra, Australia, yang menghubungkan orang-orang yang mengungsi dari rumah mereka dengan mereka yang dapat menyediakan akomodasi.

Untuk membantu mendukung dan memperkuat upaya komunitas, Facebook telah memberikan donasi sebesar 1 juta dolar Australia (sekitar Rp9,5 miliar) kepada GlobalGiving, yang menyerahkan dana ke organisasi lokal.

Facebook juga menyumbang 250 ribu dolar Australia (sekitar Rp2,37 miliar) kepada Palang Merah Australia untuk mendukung upaya bantuan dan pemulihan.

"Terima kasih kepada semua orang yang telah menyumbang dan mendukung mereka yang terkena dampak. Kami terinspirasi oleh kemurahan hati orang-orang di Facebook dan kekuatan alat ini untuk menyatukan orang dan membuat perbedaan," ujar Simo.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan karena krisis sedang berlangsung, dan kami berharap dapat terus menjadi bagian dari solusi holistik," tambah dia.

Komentar

Embed Widget
x