Find and Follow Us

Rabu, 29 Januari 2020 | 06:18 WIB

Jurus Red Hat Akselerasi Digital Perusahaan Asia

Oleh : Ibnu Naufal | Sabtu, 14 Desember 2019 | 22:22 WIB
Jurus Red Hat Akselerasi Digital Perusahaan Asia
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tantangan yang dihadapi sebagian besar organisasi dalam perjalanan transformasi digital adalah sering untuk membuat keputusan yang tepat ketika datang untuk berinvestasi dalam teknologi yang tepat.

Lebih sering daripada tidak, organisasi berkonsultasi dengan berbagai vendor dan diberikan segudang layanan dan solusi untuk dipilih. Dari solusi sederhana untuk mengotomatisasi proses hingga teknologi berbasis AI yang rumit yang membutuhkan keterampilan yang tidak ada dalam organisasi.

Ketidakcocokan keterampilan dan teknologi dalam organisasi cenderung melihat banyak perusahaan berjuang setelah memulai perjalanan digital mereka.

Untuk mengatasi ini, mereka pada akhirnya akan berinvestasi lebih banyak layanan dan solusi atau bahkan akhirnya menghasilkan lebih banyak bakat untuk bekerja dengan teknologi yang telah mereka investasikan.

Menurut John Allessio, Senior Vice President and General Manager of Global Services, Red Hat, Perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik menyadari perlunya menanamkan inovasi ke dalam DNA perusahaan mereka. Dengan demikian, mereka akan dapat mendorong pertumbuhan dan menangani tantangan tidak terduga di masa depan secara lebih efektif.

"Kami senang dapat membantu perusahaan enterprise dalam mengadopsi pendekatan terbuka Red Hat untuk membangun tim berkinerja tinggi dan mandiri yang dapat membantu perusahaan dalam mengatasi perubahan dengan cara yang lincah dan menangkap peluang-peluang baru," ujar John Allesion di Jakarta, baru-baru ini.

Untuk itulah hadirnya Open Innovation Labs Red Hat yang dirancang untuk menyediakan lingkungan immersive kolaboratif, bergaya residensi yang mempromosikan inovasi dan pengembangan yang cepat.

Red Hat Open Innovation Labs diklaim dapat membantu perusahaan-perusahaan enterprise mencapai hal itu. Caranya dengan bekerja sama untuk memecahkan tantangan bisnis mereka lewat cara yang dipercepat melalui teknologi open source.

Berlangsung antara satu hingga tiga bulan, program residensi ini dapat dilaksanakan di laboratorium fisik Red Hat atau di lab pop-up atau di lokasi pelanggan.

Selama program berlangsung, pelanggan mendapatkan pengalaman tentang cara menerapkan metodologi pengembangan yang lincah dan praktik DevOps untuk memecahkan masalah turun-temurun atau mengatasi tantangan baru seperti mengembangkan aplikasi cloud-native.

National Stock Exchange of India, misalnya, tidak hanya memodernisasi aplikasi e-IPO selama masa residensinya, tetapi juga mengadopsi strategi DevOps yang membantunya menghadirkan layanan baru ke pasar secara lebih cepat.

Fukuoka Financial Group menggunakan keterlibatan Red Hat Innovation Labs untuk meningkatkan daya saingnya dengan memperlengkapi staf mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan guna menghadirkan kapabilitas pengembangan in-house dan mempercepat inovasi.

Pelanggan juga dapat menyaksikan bagaimana prinsip terbuka dan budaya terbuka membantu mempercepat inovasi melalui Red Hat Open Innovation Labs.

Komentar

x