Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 12:24 WIB

FTC: Cambridge Analytica Kelabui Pengguna Facebook

Jumat, 13 Desember 2019 | 19:19 WIB
FTC: Cambridge Analytica Kelabui Pengguna Facebook
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Kasus skandal Cambridge Analytica terkait kebocoran data 87 juta pengguna Facebook kini memasuki babak baru.

Komisi Perdagangan Federal AS atau Federal Trade Commission (FTC) memastikan bahwa Cambridge Analytica dengan sengaja mengelabui pengguna Facebook untuk mengumpulkan data serta informasi pribadi milik pengguna.

Cambridge Analytica menggunakan informasi pribadi pengguna Facebook tersebut secara diam-diam untuk menargetkan pemilih menjelang Pilpres AS 2016 silam.

"Komisi menemukan bukti bahwa Cambridge Analytica melanggar undang-undang Komisi Perdagangan Federal melalui tindakan penipuan," ungkap FTC, seperti dilansir BGR.

FTC pun meminta Cambridge Analytica untuk menjaga kerahasiaan data pengguna yang dikumpulkannya, atau jika tidak pihak Cambridge Analytica harus menghapus data-data tersebut.

Setelah hampir dua tahun setelah skandal tersebut terkuak, ini adalah pertama kalinya pihak FTC mengeluarkan pernyataan resmi.

Untuk mengingatkan, pada awal 2018 lalu, Facebook tersandung skandal penyalahgunaan data pribadi pengguna. Sebanyak 87 juta data pengguna berada di tangan firma analis data Cambridge Analytica. Data ini diduga disalahgunakan untuk keperluan Pilpres AS tahun 2016.

Sejak skandal itu menyeruak, FTC menggelar investigasi terhadap Facebook yang juga mendapat pengawasan ketat terkait penggunaan data pribadi pengguna.

FTC juga sejatinya memiliki wewenang untuk meminta pertanggungjawaban Mark Zukerberg selaku CEO Facebook Inc, terkait segala isu tentang penyalahgunaan data pengguna.

Skandal ini memicu diskusi nasional tentang privasi di dunia maya dan menciptakan isu buruk tentang Facebook sebagai perusahaan teknologi.

Banyak orang yang berfikir bahwa skandal Cambridge Analytica akan melumpuhkan Facebook dan Zuckerberg. Namun, hal itu terpatahkan karena hingga saat ini Facebook telah meraup keuntungan yang lebih tinggi bersamaan dengan harga sahamnya yang mencapai puncak rekor baru sepanjang masa.

Pada April lalu, Facebook membukukan pendapatannya per kuartal pertama sebesar US$15 miliar (Rp209,5 triliun) dan cadangan kas lebih dari US$40 miliar dollar AS (Rp558,7 triliun), menurut laporan New York Times.

Selama 20 bulan terakhir, survei pun menunjukkan bahwa skandal ini tidak memberikan dampak yang berarti pada kebiasaan pengguna Facebook.

Komentar

x