Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 08:57 WIB

ESA Akan Kirim Robot Pembersih Sampah Luar Angkasa

Rabu, 11 Desember 2019 | 16:30 WIB
ESA Akan Kirim Robot Pembersih Sampah Luar Angkasa
Ilustrasi robot pembersih sampah luar angkasa ClearSpace-1 - (dok.ESA)
facebook twitter

INILAHCOM, Paris - Para ahli mencatat bahwa saat ini ada lebih dari 500 ribu keping sampah luar angkasa yang ada di orbit Bumi. Kepingan sampah ini dulunya merupakan bagian dari satelit-satelit yang kini sudah tak berfungsi lagi.

Namun, sampah-sampah ini berputar di sekitar planet dengan kecepatan yang sangat kencang, yakni mencapai 28.000 kilometer/jam.

Sehingga, jika dibiarkan maka risiko tabrakan dengan satelit yang masih aktif tentu akan terjadi. Puing-puing juga berbahaya bagi misi luar angkasa dan mencemari pandangan astronom saat mengamati langit.

Mengutip Science Alert, European Space Agency (ESA) pun mengungkapkan rencana mereka untuk membersihkan sampah-sampah ini.

Pada tahun 2025, badan antariksa Eropa ini berencana meluncurkan robot pengumpul sampah luar angkasa bernama ClearSpace-1.

Robot dengan empat tangan ini akan diluncurkan hingga ketinggian 500 kilometer di atas permukaan Bumi. Setelah berada di posisinya, ClearSpace-1 disebut akan melacak sampah seperti permainan Pac-Man.

Misi tersebut mulai mengumpulkan sampah dari yang terkecil untuk membuktikan konsep robot ini berhasil. Potongan sampah yang dimaksud ini beratnya kira-kira sama dengan satelit kecil dan memiliki bentuk sederhana yang membuatnya mudah untuk digenggam dengan empat lengan robot.

Setelah aman, maka sampah-sampah tersebut akan diseret keluar dari orbit dan dibiarkan terbakar di atmosfer.

Sayangnya, cara itu juga akan menghancurkan si robot pengumpul. Namun, di masa depan, ESA berharap dapat menciptakan cara bagi robot untuk mengambil dan mengeluarkannya dari orbit secara aman.

"Masalah sampah luar angkasa ini lebih mendesak ketimbang sebelumnya. Saat ini, kita memiliki hampir 2.000 satelit aktif dan 3.000 non aktif. Tahun-tahun mendatang jumlah satelit tentu akan terus meningkat," kata Luc Piguet, CEO ClearSpace.

Tantangan dari misi pengumpulan sampah ini ada pada biayanya yang tergolong sangat mahal. Misi ClearSpace sendiri menelan biaya sekitar US$129 juta atau sekitar Rp1,8 triliun.

Sementara opsi lain yang lebih murah, seperti menggunakan sampah sebagai bahan bakar, masih belum ada yang berhasil.

Komentar

x