Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 17:45 WIB

Kominfo: Ada 3.901 Hoaks Sejak Agustus Tahun Lalu

Rabu, 4 Desember 2019 | 06:00 WIB
Kominfo: Ada 3.901 Hoaks Sejak Agustus Tahun Lalu
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengidentifikasi sebanyak 3.901 hoaks --yang didominasi kategori politik sebanyak 973 hoaks-- sejak Agustus 2018 hingga November 2019.

"Sepanjang November 2019 ada sebanyak 260 hoaks, kabar bohong, dan berita palsu yang berhasil diidentifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika," kata Ferdinandus Setu, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, dalam siaran pers di situs resmi Kominfo.

Selain kategori politik, hoaks paling banyaklainnya adalah kategori pemerintahan mencapai 743 hoaks, kategori kesehatan 401 hoaks, kategori lain-lain 307 hoaks, kategori kejahatan 271 hoaks, katagori fitnah 242 hoaks, kategori internasional 216 hoaks, serta sisanya hoaks terkait bencana alam, agama, penipuan, mitos, perdagangan, dan pendidikan.

"Hoaks politik yang marak muncul pada April dengan didominasi kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu, maupun penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)," ujar Ferdinandus.

Dia menegaskan bahwa Tim Sistem Identifikasi Otomatis atau populer disebut AIS (Automatic Identification System) Kominfo dengan 100 personel dan dukungan mesin AIS yang bekerja 24 jam dalam tujuh hari sepekan akan terus melakukan identifikasi, verifikasi, dan validasi terhadap seluruh konten Internet yang tersebar di dunia maya Indonesia.

Tim AIS dan mesinnya itu akan meninjau konten-konten bukan hanya terkait hoaks, melainkan juga terkait terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, ataupun konten negatif lainnya.

"Kami mengimbau warganet yang menerima informasi elektronik yang patut diduga dan diragukan kebenarannya ke kanal pengaduan konten melalui surat elektronik aduankonten@kominfo.go.id atau ke akun Twitter @aduankonten," ujar Ferdinandus seraya menambahkan kontak aduan pesan instan WhatsApp di nomor 081-1922-4545.

Komentar

x