Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 12:19 WIB

Eropa Serukan 'Pajak Polusi' untuk Penerbangan

Selasa, 12 November 2019 | 01:01 WIB
Eropa Serukan 'Pajak Polusi' untuk Penerbangan
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Paris - Sembilan negara Uni Eropa bergabung untuk mengurangi polusi udara yang ditimbulkan industri penerbangan.

Komisi Eropa menyebut, kalau industri penerbangan global bisa dibandingkan dengan negara, industri itu akan termasuk daftar 10 negara yang paling banyak menimbulkan polusi udara.

Menteri Keuangan Prancis, Jerman, Italia, Luksemburg, Belanda, Swedia, Belgia, Bulgaria, dan Denmark mendesak Uni Eropa untuk menyusun peraturan baru guna menarget industri penerbangan, tapi tidak berhasil mengusulkan diberlakukannya pajak polusi.

Kantor berita AFP mengutip para pejabat mengatakan, perusahaan penerbangan di seluruh dunia tidak dikenai pajak besar untuk bahan bakarnya, kendati jejak karbon industri itu terus melangit.

"Dibanding dengan alat-alat angkutan lainnya, harga bahan bakar bagi industri penerbangan tidak dinilai secara wajar," kata pernyataan negara-negara Eropa itu, seperti dilansir VOA News.

"Kami menyerukan pada Komisi Eropa untuk mengajukan RUU untuk menetapkan harga bahan bakar pesawat secara wajar," imbuh pernyataan itu.

Belanda adalah pendorong kuat RUU seperti itu dan mengatakan akan menjalankan peraturan sendiri tahun 2021 kalau dewan eksekutif Uni Eropa tidak sanggup membuat peraturan baru.

Laporan Uni Eropa permulaan tahun ini mengatakan, adanya pajak bahan bakar bagi industri penerbangan akan sangat mengurangi emisi gas karbon dan tidak akan berdampak besar pada bidang tenaga kerja.

Jerman juga mengatakan siap menarget industri penerbangan dengan pajak khusus, tapi agaknya sulit untuk menyusun peraturan yang bisa diberlakukan di seluruh Uni Eropa, karena beberapa negara mengatakan, masalah pajak bahan bakar itu adalah kebijakan nasional.

Sejumlah negara tujuan wisata seperti Spanyol dan Yunani khawatir harga bahan bakar yang lebih tinggi akan menaikkan harga tiket pesawat.

Tapi kelompok Transport dan Lingkungan yang berkantor di Brussels, Belgia, mengatakan bahwa sangat tidak adil kalau semua orang harus membayar pajak tinggi tiap kali mereka mengisi bensin untuk mobil, sementara perusahaan penerbangan tidak membayar pajak bahan bakar satu sen-pun.

Uni Eropa memperkirakan, emisi gas karbon yang disebabkan industri penerbangan global tahun depan akan mencapai 70 persen lebih tinggi dari emisi tahun 2005.

Komentar

Embed Widget
x