Find and Follow Us

Senin, 9 Desember 2019 | 07:35 WIB

Lewati Heliopause, Voyager 2 Jelajahi Luar Angkasa

Rabu, 6 November 2019 | 03:00 WIB
Lewati Heliopause, Voyager 2 Jelajahi Luar Angkasa
(nasa.gov)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wahana antariksa milik NASA, Voyager 2, berhasil melewati Heliopause, batas antara Tata Surya dengan luar angkasa. Batas tersebut memiliki medan magnetik sangat kuat.

Jurnal Nature Astronomy menyebutkan Voyager 2 meninggalkan Tata Surya pada 5 November 2018, dengan jarak 119 unit astronomi (17,8 miliar kilometer) dari Matahari. Namun, para ilmuwan NASA tidak langsung mengumumkan bahwa Voyager 2 berhasil melewati Heliopause. Hal itu baru bisa dilakukan sekitar delapan bulan kemudian.

Mengutip Science Alert, Voyager 1 dan Voyager 2 diluncurkan pada 1977 silam untuk mempelajari dunia di luar Tata Surya. Voyager 2 diluncurkan dua minggu sebelum Voyager 1.

Pada 1989, Voyager 2 sempat melakukan ekspedisi Neptunus. Oleh karena itu, Voyager 1 maju terlebih dahulu untuk keluar dari Tata Surya.

Namun, sekitar enam tahun lalu, tepatnya pada 25 Agustus 2012, Voyager 1 mengalami kerusakan saat melintasi Heliopause. Jarak Voyager 1 pada waktu itu adalah 121,6 unit astronomi (18,1 miliar kilometer) dari Matahari.

Meski demikian, Voyager 2 dinyatakan berhasil melintasi Heliopause.

"Pada momen tersebut, misinya menjadi Voyager Interstellar Mission," ucap Prof Edward C Stone, fisikawan dan pakar antariksa dari California Institute of Technology, AS.

Tak ada yang tahu berapa waktu yang dibutuhkan bagi pesawat tersebut untuk mencapai luar angkasa. Voyager 2 harus melewati plasma yang terionisasi, dan Heliopause adalah tantangan terbesarnya.

"Kami terus mencari tahu 'wilayah perbatasan' tersebut di mana dua jenis angin menyatu, angin dari Tata Surya dan angin dari interstellar," ujar Prof Stone.

Para ilmuwan mencerna semua data yang didapatkan oleh Voyager 2 saat melintasi heliopause. Menariknya, saat dilewati Voyager 2, Heliopause lebih 'lembut' dan tipis dengan ladang magnetik yang lebih besar.

Menurut observasi, wahana antariksa tersebut melintasi Heliopause kurang dari satu hari saja.

Hal sebaliknya terjadi pada Voyager 1. Saat dilewati wahana tersebut, ladang magnetik yang sangat besar datang dari luar angkasa. Ini membuktikan bahwa Heliopause bukanlah satu lapisan saja, melainkan sebuah perbatasan yang lebih kompleks dan dinamis.

Momen Voyager 2 berhasil menembus Heliopause merupakan sebuah sejarah. Namun, para ilmuwan masih belum tahu berapa lama lagi wahana NASA itu akan kembali dari luar angkasa. Dengan medan luar angkasa, bahkan tidak diketahui apakah Voyager 2 bisa beroperasi dengan baik.

Perjalanannya masih terbilang sangat panjang, namun, satu per satu bagian dari teka-teki tentang luar angkasa perlahan mulai terkuak.

Komentar

Embed Widget
x