Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 20:44 WIB

Daihatsu Kembali Gelar Auto Clinic di Surabaya

Selasa, 5 November 2019 | 19:30 WIB
Daihatsu Kembali Gelar Auto Clinic di Surabaya
(dok.ADM)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Dengan menggandeng GT Radial, Daihatsu kembali menggelar rangkaian event Auto Clinic 2019 dengan tema 'Anticipated Driving Program' pada akhir pekan lalu.

Lebih dari 50 member Komunitas Daihatsu di Jawa Timur berkumpul di Outlet Astra Daihatsu Cabang Surabaya Waru untuk mengikuti acara ini.

Acara ini merupakan batch terakhir dari total tujuh batch yang diagendakan sepanjang 2019. Sebelum di Surabaya, 'Auto Clinic 2019' sudah digelar di Jakarta, Bandung, Semarang, Bekasi, dan Tangerang.

Di putaran terakhir ini antusiasme peserta ternyata sangat tinggi. Meskipun diadakan di Surabaya, banyak juga peserta yang datang dari beberapa wilayah Jawa Timur lainnya, seperti Sidoarjo, Pasuruan, Gresik, Mojokerto, Blitar, Malang, dan Madiun.

Acara ini dibuka oleh Sapto Pamungkas, selaku Kepala Bengkel sekaligus Koordinator Service Wilayah Jawa Timur PT Astra International Daihatsu Sales Operation.

Dalam sambutannya, Sapto mengungkapkan kebahagiaannya atas antusiasme dan sambutan positif dari rekan-rekan klub member, sekaligus menyampaikan harapannya semoga event ini bisa menjadi awal silaturahmi yang baik antara komunitas dan outlet Daihatsu.

"Klub dan outlet merupakan sebuah keluarga, yaitu keluarga besar Daihatsu, sehingga Outlet kami ini juga menjadi rumah dari rekan-rekan klub/komunitas Daihatsu," ujarnya.

Sonny Susmana, praktisi keselamatan berkendara dari dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), kembali menjadi trainer dalam acara ini. Pria yang biasa disapa Om Sonny ini memberikan banyak tips keselamatan dan juga additional skill berkendara untuk para peserta.

Salah satu materi yang menarik adalah saat diungkap fakta tingginya angka kecelakaan yang diakibatkan oleh pecah ban dan kelelahan/ mengantuk. Pecah ban bisa terjadi jika kondisi ban sudah tidak layak pakai dan kurang angin.

Sementara kelelahan (fatigue) terjadi karena pengemudi mengabaikan sinyal dari tubuh untuk beristirahat dan memaksakan diri untuk cepat sampai. Sonny menyampaikan bahwa sebaiknya tubuh diistirahatkan jika sudah berkendara lebih dari 3 jam.

Jika mengantuk, boleh minum kopi, namun kemudian harus tetap tidur, karena efek kafein akan dirasakan 1 jam setelah diminum. Sehingga saat bangun, tubuh fresh karena mendapatkan istirahat yang cukup dan juga dari efek kafein kopi.

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan praktek judgement ability test menggunakan New Astra Daihatsu Sigra.

Di sesi ini, peserta diajarkan tentang teknik pengereman, melatih fokus berkendara, serta bagaimana mengambil keputusan jika mengalami kondisi yang tidak diinginkan saat berada di jalan raya.

Sesi ini juga berlangsung ramai karena jika ada peserta menabrak cone, maka peserta lain akan serta merta menyoraki. Namun, jika ada yang berhasil melewati rintangan, peserta lain akan memberikan tepuk tangan.

"Acara ini sangat menarik dan banyak memberikan pengalaman serta pengetahuan baru. Bukan hanya teori, tapi ada sesi praktek yang membuat saya deg-degan," ujar Hanif Ashari, anggota Avanza Xenia Club Indonesia Club (AXIC) yang menjadi salah seorang peserta.

Di akhir acara, Om Sonny menegaskan bahwa seharusnya pengemudi yang mengendalikan mobil, bukan dikendalikan oleh mobil. Kuncinya adalah dengan mengikuti aturan lalu lintas dan selalu menggunakan akal sehat saat berkendara.

Komentar

x