Find and Follow Us

Jumat, 6 Desember 2019 | 05:09 WIB

Buta Karena Kerap Main Game Ponsel di Tempat Gelap

Kamis, 31 Oktober 2019 | 04:30 WIB
Buta Karena Kerap Main Game Ponsel di Tempat Gelap
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Hong Kong - Seorang pria di China mengalami kebutaan temporer setelah bermain game ponsel di ruangan yang gelap.

Wang, pria yang berasal dari Kota Xian, Provinsi Shaanxi, China, kehilangan pengelihatannya akibat kerap bermain game ponsel di kamar dalam kondisi gelap sebelum tidur.

Dia mengaku sering melakukan hal itu, meski sang isteri sering merasa terganggu dengan kebiasaannya.

"Saya senang bermain ponsel, tapi pada malam hari, isteri saya tidak suka saya memainkan ponsel karena cahayanya terlalu terang setelah lampu kamar dimatikan," kata Wang.

Dia mengaku masih bisa menggunakan mata sebelah kanan untuk melihat ponsel.

"Saya bisa melihat beberapa kata tapi tidak yang lainnya," ujar Wang.

Masih belum diketahui apakah kedua matanya bermasalah atau hanya salah satunya.

Lei Tao, dokter yang menangani Wang mengatakan, pasiennya tersebut menderita stroke mata atau yang dikenal pula dengan sebutan oklusi arteri retina.

Oklusi arteri retina adalah penyumbatan suplai darah dalam arteri ke retina. Penyumbatan disebabkan oleh gumpalan atau penyempitan darah ke retina. Jika kondisi ini tidak segera ditangani medis akan menyebabkan kebutaan permanen.

Mengutip South China Morning Post, Wang bukanlah pasien pertama yang menderita gangguan mata setelah bermain ponsel.

Menurut dr Tao, ada sekitar 20 pasien lain dalam bulan yang sama dengan keluhan gangguan pengelihatan setelah menggunakan ponsel mereka terlalu banyak. Kebanyakan dari mereka adalah anak muda.

"Penyumbatan arteri di retina terjadi tiba-tiba, hal ini serius dan menjadi penyebab utama gangguan mata yang mengarah ke kebutaan," jelasnya.

Setiap tahun, keluhan stroke mata semakin tinggi dan kebanyakan menyerang anak muda yang kerap menggunakan ponsel secara berlebihan.

"Tingkat kebutaan permanen juga tinggi yang bisa berdampak pada kualitas hidup pasien secara serius dan berpengaruh ke kehidupan sosial," ujar dr Tao.

Akan tetapi, dr Tao mengatakan bahwa hal ini bisa dicegah. Caranya adalah dengan mengurangi penggunaan smartphone dan barang elektronik lain yang memancarkan cahaya.

"Gunakan dan beristirahatlah dengan pola yang reguler, hindari begadang dan menatap ponsel, menonton televisi dan komputer terlalu lama. Akan ada perbedaannya nanti," jelas dia.

Gangguan mata akibat berlama-lama memainkan gadget sudah pernah terjadi sebelumnya. Pada 2017 lalu, seorang wanita di China mengalami kebutaan permanen setelah seharian penuh memainkan game Honour of Kings.

Komentar

x