Find and Follow Us

Sabtu, 23 November 2019 | 06:32 WIB

Jelang Pelantikan Presiden, Menkomifo: Jauhi Hoaks

Minggu, 13 Oktober 2019 | 12:12 WIB
Jelang Pelantikan Presiden, Menkomifo: Jauhi Hoaks
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengimbau masyarakat untuk menjauhi hoaks.

"Saya berharap kita punya presiden yang mau dilantik kita dukung, ngapain bikin hoaks juga. Lebih baik kita bersatu," ujar Rudiantara.

Dia mengatakan, hoaks ada yang bersifat disinformasi, ada pula yang memprovokasi, menghasut, bahkan mengadu domba.

"Kalau hoaks setiap hari ada dan tiap hari juga kita pantau," katanya.

Terkait dengan hoaks yang menyebar ketika unjuk rasa terjadi pada akhir September lalu, Rudiantara mengatakan Kementerian Kominfo telah melakukan take down ratusan ribu URL yang digunakan untuk menyebarkan hoaks.

"Ada puncaknya sehari 270 ribu lebih ya itu paling tinggi. Tanggal 25 September itu paling tinggi 270 ribu lebih URL yang dipakai untuk menyebar hoaks," ujar Rudiantara.

Saat ditanya apakah Kominfo akan melakukan kontrol atau pembatasan akses internet untuk mengantisipasi penyebaran hoaks saat pelantikan presiden nanti, Rudiantara tidak mau berandai-andai.

"Kita berpikirnya positif. Kita jangan berandai-andai terus," ujar dia.

Mengenai buzzer, menurut Rudiantara, tidak ada yang salah dengan buzzer, sebab di undang-undang tidak ada larangan menjadi buzzer, namun dilarang adalah kontennya yang melanggar undang-undang. [tar]

Komentar

x