Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 23:51 WIB

Pasar Lesu, Produk Kulkas Panasonic Tetap Solid

Oleh : Ibnu Naufal | Selasa, 8 Oktober 2019 | 19:19 WIB
Pasar Lesu, Produk Kulkas Panasonic Tetap Solid
(inilahcom/Ibnu Naufal)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Walau pasar kulkas dinilai kurang bergairah selama 2019-2020, PT Panasonic Gobel Indonesia tetap optimis dengan menghadirkan lemari es kelas menengah terbarunya yakni seri New Bright & Beauty (BB) yang dibenamkan teknologi Primefresh.

Direktur PT Panasonic Manufacturing Indonesia Daniel Suhardiman menjelaskan, meski terjadi penurunan pada periode yang sama pada tahun lalu pihaknya tetap melakukan penyegaran demi bisa meningkatkan penjualan pihaknya lebih akan menyasar pasar segmen menengah.

"Secara penurunan terjadi di pasar semua elektronik termasuk lemari es turun 5-10 persen," kata Daniel, saat ditemui INILAHCOM di sela-sela peluncuran lemari es new BB series di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Produk baru yang diluncurkan itu, jelasnya, diluncurkan lantaran melihat adanya peluang pasar untuk kategori lemari pendingin 200 liter seiring meningkatnya permintaan.

Potensi itu sejalan dengan peningkatan kebutuhan akan peralatan rumah tangga di tengah pertumbuhan ekonomi dan perkembangan gaya hidup masyarakat Indonesia.

"Meski pasar slow down (pelambatan) kulkas itu selalu disiapkan yang terbaru karena ada replacement dan kebutuhan pasti selalu ada," tambah Daniel.

Di kesempatan itu, dia juga mengatakan, karena kondisi perang dagang tengah bergejolak sejak tahun lalu, daya beli masyarakat khususnya untuk peralatan rumah tangga (home appliances) pun mengalami penurunan.

"Dampaknya tidak hanya perang dagang saja tapi kabut asap karhutla juga jadi salah satu penyebab," jelasnya.

Asal tahu, harga lemari es seri BB yang dibandrol berkisar Rp4 juta sampai Rp5 juta ini model lemari es 200 liter termasuk produk yang sudah diekspor ke beberapa negara seperti Jepang dan Hong Kong.

"Jadi klo beli yang ini (BB series) kualitasnya sama dengan kualitas Jepang dan Hong Kong," tutup Daniel.

Komentar

x