Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 20:11 WIB

Debu Kuno Ungkap Usia Gurun Sahara

Kamis, 26 September 2019 | 15:30 WIB
Debu Kuno Ungkap Usia Gurun Sahara
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Denver - Sebuah studi mengklaim telah berhasil mengungkap usia dari Gurun Sahara. Ini memberikan bukti baru pada perdebatan yang sudah berlangsung lama.

Penelitian yang dilakukan oleh ahli geologi dari US Geological Survey (USGS) di Denver, Colorado, AS, Daniel Muhs beserta rekan-rekannya menunjukkan bahwa gurun yang berada di Afrika itu setidaknya berusia 4,6 juta tahun.

"Orang-orang telah berusaha mencari jawabannya selama beberapa dekade. Dan penelitian terbaru menunjukkan Gurun Sahara sudah ada sejak awal jaman Pleistosen," kata Muhs, seperti dilansir Newsweek.

Hal tersebut disimpulkan berdasarkan analisis debu Sahara kuno yang ditemukan di Kepulauan Canary yang terletak di lepas pantai barat laut Afrika.

Kepulauan ini memiliki fenomena cuaca yang dikenal dalam bahasa lokal sebagai 'Calima'. Fenomena ini terjadi setiap tahun dan menyeret sejumlah besar debu dari Sahara menuju Samudera Atlantik.

Para peneliti pun kemudian menyelidiki sedimen untuk mengidentifikasi dan menentukan usia debu purba tersebut atau yang disebut dengan paleosol.

Di salah satu lokasi penelitian, tim peneliti menemukan terdapat mineral yang tidak mencerminkan geologi lokal pulau-pulau tersebut, menunjukkan sedimen tersebut berasal dari Sahara.

Selanjutnya para peneliti dapat memperkirakan kapan debu-debu ini terbawa dari Sahara dengan bantuan batu vulkanik. Batuan tersebut mengandung mineral yang bertindak seperti jam geologis.

Hasilnya, tim menemukan debu tertua Sahara berasal dari 4,6 juta tahun lalu. Temuan itu juga sesuai dengan data dari sedimen laut dalam yang menunjukkan peningkatan debu Sahara yang bertiup di atas Atlantik pada periode yang sama.

Memang masih ada kemungkinan jika Sahara berusia lebih tua lagi dibandingkan dari penelitian ini. Namun, temuan terbaru tersebut dapat memberikan informasi serta pandangan lain mengenai Gurun Sahara.

Studi ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Geological Society of America di Phoenix, Arizona, AS. [ikh]

Komentar

Embed Widget
x