Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 00:17 WIB

Seperti Ini Kontribusi e-Commerce untuk Lokal

Oleh : Taufiqqurakhman | Jumat, 20 September 2019 | 00:30 WIB
Seperti Ini Kontribusi e-Commerce untuk Lokal
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Di era Revolusi Industri 4.0 saat ini tentu semunya harus sigap menanggapi penerapan teknologi. Tapi seperti apa kontribusi e-commerce untuk pertumbuhan ekonomi lokal?

'Survei Perilaku Belanja Online 2019' yang dilakukan oleh Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) Tempo Media, menyatakan kalau pngguna e-commerce di Indonesia masih di dominasi oleh perempuan. Untuk daerah, Jawa masih menjadi konsentrasi kegiatan ekonomi digital. Hal ini berdasarkan survey yang dilakukan pada para responden yang berusia mapan, berkisar dari 25-35 tahun.

"Hasil riset yang dilakukan Tempo juga memperlihatkan dua e-coomerce yang paling diingat oleh responden atau menjadi Top Of Mind adalah Tokopedia dan Shopee, begitu pula e-commerce yang paling sering dikunjungi memperlihatkan bahwa Tokopedia dan Shopee jauh mengungguli e-comerce lainnya," papar Burhan Solihin, Direktur Tempo.co, di acara diskusi Kontribusi e-Commerce Pada Pertumbuhan Ekonomi, Jakarta, Kamis sore (19/9/2019).

"Jika dipisah secara gender, Shopee kuat di kalangan perempuan, sedangkan Tokopedia kuat di kalangan laki-laki. Sementara itu, yang menarik, di kalangan laki-laki, Bukalapak dan Shopee memiliki perbedaan persentase yang tidak terlalu jauh. Mayoritas responden pernah melakukan pembelian di Tokopedia dan Shopee," tambah Burhan.

Perilaku belanja online masayarakat lokal dewasa ini mengakibatkan menjamurnya toko-toko online, e-commerce dan marketplace.

Perputaran uang lewat berbagai platform digital cukup fantastis. Bank Indonesia menyebutkan bahwa di tahun 2019 ini, jumlah transaksi e-commerce per bulannya mencapai Rp11 triliun hingga Rp13 triliun.

Bahkan nilai pasar e-commerce Indonesia dinilai akan mencapai sekitar Rp910 triliun pada 2022 (proyeksi McKinsey & Co). Bisa dikatakan, angka tersebut meningkat delapan kali lipat dibandingkan 2017 yang nilainya masih sekitar Rp112 triliun. [ikh]

Komentar

x