Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 00:11 WIB

DFSK Super Cab Buatan Cikande Diekspor ke Filipina

Kamis, 19 September 2019 | 13:00 WIB
DFSK Super Cab Buatan Cikande Diekspor ke Filipina
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Sokonindo Automobile mengumumkan kerja sama dengan QSJ Motors Phils Inc untuk pengadaan kendaraan komersial ringan di Filipina. Kerja sama ini sekaligus menandai kegiatan ekspor DFSK Indonesia ke negara tetangga tersebut.

Adapun kendaraan yang diekspor ke Filipina adalah DFSK Super Cab yang diproduksi di fasilitas Cikande, Serang, Banten.

Kedua perusahaan antar negara ini melakukan kerja sama untuk memperkenalkan, mendistribusikan, dan memasarkan 3.000 unit DFSK Super Cab 1.3 L Turbo Diesel yang didatangkan secara completely built-up (CBU) dengan posisi kemudi sebelah kiri.

Kerja sama ini disebut menjadi momentum penting karena akan berdampak panjang bagi kedua belah pihak, dan membuka peluang baru untuk kerja sama yang saling menguntungkan.

CEO PT Sokonindo Automobile Pang Hai mengatakan bahwa perusahaan mengambil kesempatan dari forum pertemuan ini dengan memperkenalkan kendaraan-kendaraan unggulannya ke pasar Filipina. Melalui perjanjian ini, PT Sokonindo Automobile mengambil langkah strategis untuk memperluas pemasaran di wilayah ASEAN.

"Perusahaan kami dengan ketulusan hati membangun kerja sama yang lebih luas dan jangka panjang dengan Filipina untuk menciptakan masa depa bersama yang lebih baik," kata Pang Hai dalam keterangan tertulisnya.

Dia pun menjelaskan bahwa PT Sokonindo Automobile yang merupakan jembatan SOKON Group di Asia Tenggara telah menerapkan misi strategis bertajuk 'Berakar di Indonesia, Berekspansi ke Asia Tenggara, dan Diekspor ke seluruh dunia'.

"Misi ekspor PT Sokonindo Automobile ke pasar ASEAN dan dunia adalah bagian rencana awal investasi kami membangun pusat produksi berstandar industri 4.0 di Indonesia," ujar Pang Hai.

Filipina telah menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara. Perkembangan pesat pada sektor kehutanan dan pertanian telah menciptakan permintaan besar untuk kendaraan komersial.

Negeri jiran itu juga mengemukakan kondisi pasar otomotif mereka terus berkembang setiap tahunnya. Pada tahun lalu, total volume penjualan kendaraan di Filipina mencapai 391.400 unit dengan dominasi penjualan kendaraan penumpang sekitar 72 persen (281.900 unit) dan kendaraan komersial 28 persen (109.500 unit).

Secara keseluruhan, pasar mobil Filipina telah berkembang cepat selama lima tahun terakhir. Bahkan pasar otomotif di negara itu diprediksi bakal tumbuh 3,3 persen hingga akhir 2019 dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi pasar di Filipina ini menjadi indikasi peluang bagi DFSK Indonesia untuk memasarkan kendaraan-kendaraan produksinya lebih banyak lagi. Terlebih perdagangan bebas negara-negara ASEAN menambah peluang DFSK untuk bisa memasarkan kendaraan-kendaraan berkualitas dan berteknologi tinggi dengan harga yang kompetitif bagi pasar Filipina.

Sebagai anggota dari ASEAN, Filipina tidak hanya memiliki pangsa pasar mobil terbesar keempat di Asia Tenggara, tetapi juga memiliki potensi pengembangan yang besar, serta memiliki keuntungan 'Zero Tariff Export'.

Ekspor CBU DFSK Super Cab ke Filipina ini, akan dimulai pendistribusiannya pada kuartal ke empat tahun 2019.

Di sisi lain, meningkatnya perekonomian masyarakat Filipina juga berdampak kepada standar hidup dan kebutuhan masyarakat di sana. Hal membuka peluang besar bagi DFSK untuk memasarkan mobil penumpang andalanya di kemudian hari.

"PT Sokonindo Automobile memiliki lini kendaraan SUV yang lengkap dan kompetitif untuk bisa memenuhi beragam kebutuhan akan kendaraan penumpang di Filipina," kata Pang Hai.

"Kami berharap produk SUV DFSK juga dapat memasuki pasar Filipina dan memenuhi segala kebutuhan mobilitas konsumen di sana," pungkasnya. [ikh]

Komentar

x