Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 00:09 WIB

Belanja Iklan di Media Digital Capai Rp9,3 Triliun

Kamis, 19 September 2019 | 05:30 WIB
Belanja Iklan di Media Digital Capai Rp9,3 Triliun
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Belanja iklan pada media digital berkontribusi Rp9,3 triliun pada periode Juli 2018 hingga Juni 2019, demikian menurut Nielsen Advertising Intelligence (Ad Intel).

Direktur Eksekutif Nielsen Media untuk Indonesia, Hellen Katherina, mengatakan bahwa angka tersebut menyumbang 6 persen dari total belanja iklan yang juga termasuk televisi, cetak, dan radio yang mencapai Rp165 triliun selama 12 bulan terakhir.

"Iklan di media digital dilirik? Didorong semata-mata karena bertumbuhnya kepemilikan smartphone," kata Hellen dalam diskusi media di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Selain itu, menurut dia, meningkatnya waktu yang konsumen habiskan mengkonsumsi internet secara signifikan dari sekitar 2,5 jam menjadi lebih dari 3 jam dalam 3 tahun terakhir juga menjadi alasan.

"Media digital diperhitungkan pemilik merek, sebagai salah satu pilihan membelanjakan anggaran iklan mereka," ujar Hellen.

Untuk sampai pada temuan ini, Nielsen melibatkan sekitar 17.000 orang berusia di atas 10 tahun yang tinggal di 11 kota besar. Mereka juga melakukan survei ke 15 stasiun televisi nasional, 99 surat kabar, 120 tabloid dan majalah, 104 stasiun radio, top 200 besar website.

Di sisi lain, data menunjukkan, media televisi masih mendominasi dengan porsi belanja iklan sebanyak 83 persen, meski mengalami perlambatan pertumbuhan.

Tahun ini, pertumbuhan belanja iklan televisi yakni 6 persen sementara di tahun sebelumnya 13 persen.

Berkaca pada data tersebut, Hellen belum bisa mengatakan adanya perpindahan budget iklan dari media kovensional ke media digital.

"Belum bisa kami jawab, kami baru tracking setahun terakhir, sehingga belum bisa melihat polanya dari tahun ke tahun. Kami baru punya data lengkap setahun (terakhir)," kata dia.

Lebih lanjut, format iklan yang ditayangkan melalui media digital sekitar 52 persen dalam bentuk display dan sisanya dalam bentuk video.

Kategori produk yang paling banyak beriklan adalah layanan online, disusul perangkat dan layanan komunikasi, kendaraan pribadi, perawatan rambut, dan susu cair. [tar]

Komentar

x