Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 00:28 WIB

VW Pilih Efisiensi daripada Membangun 'Kerajaan'

Selasa, 17 September 2019 | 04:30 WIB
VW Pilih Efisiensi daripada Membangun 'Kerajaan'
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Wolfsburg - Volkswagen (VW) kabarnya telah menanggalkan obsesi mereka selama puluhan tahun demi membangun 'kerajaan' otomotif.

Kini, grup otomotif yang bermarkas di Wolfsburg, Jerman itu mengalihkan strategi mereka untuk memproduksi mobil listrik secara massal dengan biaya yang efisien.

Sebutan 'kerajaan' disematkan pada VW karena menjadi induk perusahaan dari brand otomotif berskala dunia, seperti Seat, Skoda, Bentley, Bugatti, Lamborghini, Porsche, Ducati, Audi, Scania, MAN, dan merek VW itu sendiri.

Di era kepemimpinan Ferdinand Piech (1993-2015), VW Group pernah membuat gebrakan dengan mengakuisisi merek mewah Bentley, Bugatti, dan Lamborghini hanya dalam satu tahun.

Baca juga: VW Punya Logo Baru, Desain Lebih Sederhana

CEO VW Herbert Diess mengatakan bahwa mereka sudah tidak perlu menambah merek kendaraan, melainkan mengoptimalkan merek yang sudah ada untuk bermain di segmen yang potensial di masa depan.

"Kami tidak membutuhkan lebih banyak merek. Dengan sangat sedikit pengecualian, kami dapat memanfaatkan segmen dengan keuntungan besar di dunia dengan merek kami yang sudah ada," kata dia seperti dilansir Reuters.

Baca juga: VW Indonesia Ajak Milenial Ramaikan Jamnas ke-50

Pergeseran industri otomotif dari mekanisme mesin bakar internal (combustion engine) ke mobil listrik hingga swakemudi, membuat perusahaan-perusahaan otomotif mencari dana untuk riset dan pengembangan, ada juga yang memilih jalur efisiensi agar bisa beralih ke mobil listrik.

VW termasuk yang memilih jalur efisiensi, berlawanan dengan Fiat Chrysler dan Renault yang menjalin kesepakatan bernilai miliaran dolar AS untuk mengembangkan produk.

VW juga menghabiskan US$88,55 miliar untuk pembelian sel baterai dan pengembangan mobil listrik. Mereka pun telah menjalin kemitraan dengan Ford guna menekan biaya produksi. [ikh]

Komentar

x