Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 16:16 WIB

Era Baru Alibaba Sepeninggal Jack Ma

Jumat, 13 September 2019 | 04:04 WIB
Era Baru Alibaba Sepeninggal Jack Ma
(ist)
facebook twitter

PEMIMPIN Alibaba, Jack Ma, mundur dari perusahaan yang didirikannya pada Selasa lalu (10/9/2019), momen yang menandai berakhirnya sebuah era pada perusahaan tersebut.

Jack Ma mendirikan Alibaba pada tahun 1999 dan sejak itu perusahaannya menjelma menjadi salah satu perusahaan internet terbesar di dunia.

Keberhasilan dan gayanya yang penuh semangat membuat Jack Ma menjadi salah satu pengusaha asal China yang paling terkenal.

Daniel Zhang, yang menjabat sebagai direktur utama, menggantikannya sebagai presiden direktur.

Alibaba kini bernilai US$480 miliar atau sekitar Rp6.678 triliun, di mana Jack Ma menjadi salah satu pria paling tajir di China dengan kekayaan senilai US$38,6 miliar atau sekitar Rp537 triliun, menurut majalah Forbes.

Dia juga menjadi pendiri pertama di antara generasi pengusaha internet terkemuka di China yang mundur dari perusahan yang dibangunnya.

"Saya rasa akan sangat sulit menggantikan sosok seperti Jack Ma. Ia tidak ada duanya. Ia adalah Steve Jobs-nya China," ungkap Rebecca Fannin, penulis buku tentang raksasa teknologi China, seperti dilansir BBC.

Siapa Jack Ma?

Lahir di tengah keluarga miskin di timur Hangzhou, China, Jack Ma memulai karirnya sebagai seorang guru.

Dia membeli komputer pertamanya saat berusia 33 tahun dan terkejut saat tak ada merek bir China yang muncul saat dia mencoba mencari kata 'beer' pada mesin mencari online.

Tanpa latar belakang ilmu komputer, Jack Ma mendirikan Alibaba di apartemennya, setelah meyakinkan sejumlah kawannya untuk berinvestasi pada usaha marketplace buatannya.

Ternyata, ini bukan kali pertama bagi Jack Ma mencoba untuk mendirikan sebuah perusahaan startup.

"Alibaba adalah upaya ketiganya di perusahaan, ia pernah dua kali mencoba sebelumnya," ungkap Duncan Clark yang telah menulis buku tentang Jack Ma dan juga merupakan kepala konsultan investasi BDA China.

"Ia cukup awal melihat potensi menjanjikan internet, namun butuh waktu lama baginya untuk memiliki 'kendaraan' yang diperlukan," imbuh Clark.

Selama bertahun-tahun, Alibaba tumbuh dari sebuah marketplace menjadi raksasa e-commerce dengan lini usaha bervariasi, dari layanan keuangan hingga kecerdasan buatan (AI).

Awalnya, Alibaba didirikan sebagai platform jual-beli bagi para pengusaha, sebelum melebarkan sayapnya menjadi e-commerce bagi konsumen pada tahun 2003 dan kemudian meluncurkan platform pembayaran digital, Alipay.

Minimnya latar belakang teknologi dan tanpa adanya kekuatan pendanaan, Clark mengatakan bahwa kharisma dan visi strategis menjadi modal terbesar seorang Jack Ma.

"Pesonanya menjadi bagian besar dari kepemimpinannya, kemampuannya untuk meyakinkan orang, baik itu konsumen, pegawai, atau pun para pemegang saham yang kritis," lanjut dia.

Clark pertama kali bertemu Jack Ma dua dekade lalu yang saat itu berkata bahwa ia berencana menjadikan Alibaba sebagai satu dari 10 perusahaan internet terbesar di dunia dalam sepuluh tahun.

"Hal itu semacam ambisi yang tidak mungkin terwujud, tapi entah bagaimana ia berhasil membuat orang mempercayai itu," ujar Clark.

Jack Ma kemudian memang berhasil menjadikan Alibaba sebagai perusahaan internasional kelas berat dan nilai sahamnya di New York kala itu mencatatkan rekor sebagai penjualan saham perdana ke publik dengan nilai terbesar di dunia.

Awal tahun ini, Jack Ma pun menunjukkan dukungannya terhadap 'sistem 996' di mana karyawan diharapkan dapat bekerja 12 jam per hari, enam hari seminggu. Ini menjadi sebuah topik perdebatan panas di media China.

Pebisnis flamboyan itu juga dikenal karena menikmati posisinya yang menjadi pusat perhatian. Pada sebuah acara Alibaba di 2017, Jack Ma tampil dengan mengenakan kostum bertema Michael Jackson.

Apa yang akan dilakukan Jack Ma selanjutnya?

Pria berusia 55 tahun itu diperkirakan akan memfokuskan diri pada kegiatan amal dan pendidikan setelah mundur dari posisinya.

Clark mengatakan bahwa Jack Ma telah secara bertahap membawa para pakar teknologi dan keuangan ke perusahaannya, dan baru-baru ini, Jack Ma telah secara sadar untuk 'menyingkir perlahan'.

Langkah-langkah itu diduga dilakukan untuk memastikan proses transisi yang mulus bagi Alibaba ke masa depan tanpa pendirinya.

Daniel Zhang, sang pengganti, dikenal sebagai pribadi yang tenang, sederhana, dan dikenal menghindari sorotan. Sangat berbeda dari sosok pendahulunya.

Di dalam Alibaba, Daniel Zhang kabarnya dikenal dengan sebutan Xiaoyaozi, sebuah nama karakter novel bela diri China. Nama itu berarti 'yang tidak terkekang', seseorang yang berada di luar pertarungan, namun mahir dalam melatih orang lain.

Reputasi tersebut akan berguna ketika ia harus mengendalikan Alibaba mengarungi masa-masa terberatnya. Pasar China, di mana dua pertiga keuntungan Alibaba berasal, tengah melemah.

Di saat bersamaan, upaya untuk melakukan ekspansi global juga tengah menghadapi kesulitan.

Pengawasan AS terhadap perusahaan-perusahaan China menghalangi pertumbuhan Alibaba di dunia Barat.

Di beberapa kawasan Asia Tenggara dan India, para pengamat mengatakan bahwa memahami cara kerja pasar lokal dan bagaimana bekerja dengan pekerja lokal menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan asal China itu.

Kemudian juga terdapat penundaan penjualan saham ke publik di Hong Kong yang kabarnya disebabkan aksi unjukrasa pro-demokrasi di sana.

Meski demikian, mungkin, tantangan terbesar bagi Daniel adalah untuk bisa memenuhi ekspektasi citra seorang Jack Ma, sebagai sosok yang menikmati penghormatan dan kasih sayang dari pegawainya, begitu juga masyarakat internasional. [ikh]

Komentar

x