Find and Follow Us

Sabtu, 23 November 2019 | 06:20 WIB

Ini Solusi IoT Telkomsel untuk Truk BBM Pertamina

Oleh : Ibnu Naufal | Selasa, 3 September 2019 | 02:30 WIB
Ini Solusi IoT Telkomsel untuk Truk BBM Pertamina
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Telkomsel berkolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga dalam pemanfaatan perangkat Internet of Things (IoT) pada 1.800 armada truk tangki BBM milik Pertamina.

General Manager Fleet Management Telkomsel Arief Teguh Hermawan menjelaskan sejumlah fitur layanan IoT yang disematkan. Setiap armada itu disebut tak hanya sekadar dilengkapi oleh GPS, tapi ada juga perangkat dan teknologi lain yang bisa memberi informasi rinci seperti kondisi si pengemudi hingga otentikasi.

"Di kendaraan itu nanti bakal ada advanced camera untuk memantau isi kendaraan dan kondisi di luar atau di jalanan. Jadi, bisa terlihat kalau nanti si sopir sedang mengantuk, serta kondisi jalanan di seperti apa, apakah macet atau ada kecelakaan, karena tentu dari pusat akan bisa melihat geo-tagging tiap kendaraan," ucap Arief di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Baca juga: Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga Berkolaborasi

Fitur lainnya ada yang bernama Tyre Pressure Sensor, kemampuan sensor yang bisa membaca kondisi tekanan ban. Ada juga sensor untuk mengamati kondisi oli truk.

"Kami juga sediakan sensor sidik jari agar bisa digunakan tiap sopir untuk melakukan verifikasi setiap mau menggunakan truk. Jadi, otentikasinya lebih jelas, baik dari segi keamanan dan otorisasi," lanjut Arief.

Whats-App-Image-2019-09-02-at-21-49-19

Teknologi penting lain adalah sistem artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang bisa menyediakan mekanisme peringatan bagi perilaku abnormal si sopir truk seperti merokok, mengantuk atau sakit kepala, menelepon sambil menyetir, hingga ada distraksi seperti main ponsel dan lain-lain.

"Ini semua bisa diakses di pusat pengendali IoT kami, jadi memang terhubung semua, mulai dari kondisi kendaraan dan si sopirnya," kjelas Arief.

Diketahui truk tangki BBM serba pintar ini rencananya akan mulai berjalan pada kuartal keempat 2019, dimulai dari area Jabodetabek, di Pulau Jawa, lalu secara bergilir akan diterapkan di seluruh wilayah di Indonesia. [ikh]

Komentar

x