Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 00:13 WIB

Iklan Buku The Vagina Bible Diblokir Media Sosial

Senin, 2 September 2019 | 01:00 WIB
Iklan Buku The Vagina Bible Diblokir Media Sosial
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, London - Media sosial Twitter, Facebook, dan Instagram memblokir iklan sebuah buku berjudul The Vagina Bible yang ditulis seorang dokter tentang kesehatan vagina.

Berbagai status di media sosial yang menggunakan kata 'vagina' dalam mempromosikan buku ini diblokir, sementara penggunaan kata lain diperbolehkan.

"Kami tidak mengambil tindakan apapun terhadap cuitan berbayar dari akun tersebut terkait acuan ke alat kelamin, karena hal itu diperbolehkan menurut aturan kami. Pemblokiran terhadap unggahan status disebabkan oleh gabungan dari faktor kesalahan manusia dan pelanggaran (ketentuan), termasuk penggunaan kata jorok dan promosi produk untuk dewasa," kata juru bicara Twitter, seperti dilansir BBC.

Sementara Facebook menyatakan sedang menyelidiki hal tersebut.

Cuitan yang awalnya diblokir akhirnya diperbolehkan, sementara status Facebook yang menggunakan kata 'vagina' diperbolehkan.

Penulis buku ini, Dr Jennifer Gunter via akun Twitter-nya mengatakan bahwa vagina adalah istilah anatomis, bukan kata-kata 'jorok' . Cuitan ini pun dibagikan ribuan kali oleh para pengguna seraya mengkritik kebijakan platform media sosial Twitter.

Penerbit Kensington Books asal AS yang menerbitkan buku ini mengatakan cuitan berbayar mereka disebut Twitter sebagai 'mempromosikan produk dan layanan jasa seks untuk dewasa' dan 'penggunaan bahasa yang tidak pantas'.

Menurut penerbit Kensington, Salah satu iklan yang ditolak Facebook berbunyi: 'Dr. Jen Gunter diwawancara oleh Teen Vogue untuk menjawab pertanyaan tentang kesehatan vagina'.

Iklan itu kemudian diedit menjadi 'segala hal yang perlu kamu ketahui tentang kesehatan vagina' dan kembali mengalami penolakan. Namun, ketiga kata 'vagina' dihilangkan, barulah disetujui.

Cuitan lain yang memasukkan sigkatan OBGYN (obstetrician-gynaecologist) dan kata-kata jorok, disetujui ketika kata OBGYN dicabut.

Sementara itu, Vagina Museum yang berada di Inggris memperlihatkan kepada BBC tangkapan gambar status Facebook yang ditolak lantaran dianggap terhubung ke 'situs seks' dan mempromosikan 'produk atau layanan untuk dewasa'.

Menurut Vagina Museum yang dibuka tahun ini, mereka berniat untuk memerangi 'stigma terhadap vagina dan vulva' dengan cara melakukan pendidikan publik.

Dr Gunter, yang bukunya dimaksudkan untuk mendidik perempuan tentang kesehatan vagina, mengatakan kepada BBC adalah sebuah hal konyol bahwa penerbitnya tidak bisa memasang iklan untuk sebuah buku tentang vagina dan menyebut kata vagina.

"Setiap kata yang ada dalam kamus medis harus bisa digunakan di mana saja. Itu adalah istilah anatomi yang sah. Ketika kita tak bisa menyebutkan satu kata, akibatnya memalukan. Itu adalah sisa-sisa patriarki dan saya muak dengannya," kata Dr Gunter.

Banyak yang mengkritik Twitter karena menolak iklan itu, menyatakan penolakan itu 'menyamakan anatomi perempuan dengan pornografi' dan memperkuat tabu sosial terhadap tubuh perempuan.

Dr Jessica Eaton, ahli psikologi bercuit tentang pengalamannya sebagai guru pendidikan seks dan keengganan untuk mengatakan 'vagina' di dalam kelas sementara tak ada masalah ketika bicara 'penis'.

"Vagina adalah kata-kata ilmiah, bukan kata-kata jorok. Pisahkan antara fakta dan fiksi!" cuit seorang pengguna. [ikh]

Komentar

x