Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 23:02 WIB

Menyongsong Revolusi Industri 4.0

Shell Dukung Pengembangan Inovasi Bidang Energi

Rabu, 21 Agustus 2019 | 12:30 WIB
Shell Dukung Pengembangan Inovasi Bidang Energi
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Shell Lubricants Indonesia bekerja sama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) menggelar Seminar nasional bertajuk 'Inovasi Untuk Negeri'.

Seminar nasional ini merupakan bagian dari rangkaian acara 'Think Efficiency 2019' yang ditujukan untuk membantu mendorong lahirnya inovator-inovator unggul Indonesia.

Digelar di jakarta, Selasa (20/8/2019), seminar 'Inovasi Untuk Negeri' menghadirkan para pakar dari berbagai sektor energi sebagai narasumber, yakni Sekjen Kementerian Ristek dan Dikti Prof Ainun Naim Ph.D, Dewan Riset Nasional & Kepala Pusat Studi Energi UGM DR Deendarlianto, Ketua Pusat Riset Kendaraan Listrik ITS Surabaya Nur Yuniarto, dan Founder Lentera Bumi Nusantara Ricky Elson.

Digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-74 tahun dan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada tanggal 10 Agustus, acara ini juga merupakan wujud komitmen Shell dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, riset dan inovasi di Indonesia.

"Kami memahami pentingnya riset dan inovasi teknologi untuk menghadapi dunia yang terus berkembang dan tantangan energi di masa depan. Inovasi berkelanjutan juga merupakan prioritas kami di Shell dan kami telah melakukan berbagai terobosan serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan industri dan akademisi, untuk bersama-sama mencari ide, solusi dan inovasi teknologi sejalan dengan semangat Revolusi Industri 4.0 yang menjadi lompatan besar bagi sektor industri termasuk dalam hal pemanfaatan energi," kata Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia, dalam sambutannya.

Seminar yang dihadiri tak kurang dari 100 peserta ini membahas berbagai isu menarik seputar energi dan tribologi (ilmu mengenai gesekan, keausan, dan pelumasan yang berkontribusi terhadap efisiensi energi).

Seminar ini juga membahas berbagai tantangan dan gagasan serta kebijakan terkait masa depan energi, yang disampaikan oleh para narasumber yang menjadi pakar di bidangnya.

"Sejalan dengan semangat perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-74 tahun ini, kami melihat Think Efficiency sebagai katalisator invensi dan inovasi dalam menyiapkan generasi unggul untuk Indonesia maju," kata Prof Ainun Naim, dalam paparannya sebagai pembicara utama seminar.

Adapun DR Deendarlianto pada kesempatan seminar ini berbicara mengenai ketahanan energi nasional. Dia menjelaskan konsep Center of Excellence (COE) sebagai sebuah ide untuk menghadapi tantangan energi masa depan.

Menurutnya, target Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 sangat tinggi yaitu 23 persen.

"Untuk menghadapi tantangan tersebut, COE (Center of Excellence) yang berfungsi memfasilitasi, memimpin, memberikan dukungan dan/atau pelatihan kepada masing-masing area fokus menjadi kunci dalam melahirkan inovasi melalui riset-riset unggulan yang terintegrasi," ujar DR Deendarlianto.

"Oleh karena itu, kegiatan seperti Think Efficiency ini sangat baik untuk menjembatani kolaborasi antara akademisi dan pelaku industri demi terwujudnya Center of Excellence yang mampu menjawab berbagai tantangan energi di Indonesia," tambahnya.

Dian Andyasuri pun menjelaskan bahwa kegiatan 'Think Efficiency' merupakan wujud partisipasi Shell untuk dapat berperan dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

"Hal ini sejalan dengan aspirasi 'Shell untuk Indonesia' dimana kami ingin berperan aktif sebagai energi pemacu bangsa, bekerja dan berkarya bersama dengan talenta Indonesia, berkontribusi dalam pembangunan negeri melalui penciptaan ide," katanya.

"Kami yakin kegiatan 'Think Efficiency' dapat menjadi wadah yang mampu melahirkan karya-karya inovatif untuk membantu mempersiapkan bangsa Indonesia menghadapi tantangan masa depan, dan menjadi bangsa yang besar, unggul, serta berdaya saing," lanjut Dian.

Pemenang 'Think Efficiency 2019'

Sejak 2018, Shell bekerja sama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) menggelar ajang kompetisi ide inovasi 'Think Efficiency'. Berhadiah total Rp150 juta, kompetisi ini merupakan bentuk kontribusi Shell untuk Indonesia dalam mendorong lahirnya inovator masa depan untuk mencari solusi atas tantangan dunia di bidang energi.

Tahun ini, kompetisi 'Think Efficiency 2019' telah dimulai sejak 1 April lalu dan berhasil menjaring berbagai ide inovasi dari 140 lebih peserta yang terdiri dari siswa sekolah menengah, mahasiswa, hingga kalangan profesional seperti peneliti, guru, dosen hingga profesor.

Setelah melalui proses penilaian yang panjang, dewan juri akhirnya memutuskan dua tim inovator Indonesia terbaik sebagai pemenang kompetisi inovasi 'Think Efficiency Award 2019'.

Untuk kategori Energi, tim Maxwell dengan karya inovasi 'Jelly Blueflame Stove' berhasil meyakinkan dewan juri dan berhak menjadi juara pertama. Tim yang beranggotakan dua orang dari Universitas Sumatera Utara (USU) ini berhasil menciptakan sumber energi pengganti gas LPG pada kompor berbasis gel bioethanol dan biodiesel berbahan dasar limbah tandan kosong kelapa sawit dan limbah bulu unggas.

"Kami senang dapat mengikuti dan menjuarai kompetisi ide inovasi 'Think Efficiency 2019'. Kompetisi ini merupakan wadah yang penting bagi anak muda untuk mengkomunikasikan hasil riset dan inovasinya kepada publik," kata Ikhwanuddin, perwakilan dari tim Maxwell .

Sementara untuk kategori Tribologi, juara pertama berhasil diperoleh Tim Material Research Club (MRC) dengan menampilkan karya inovasi 'Eco-friendly Anti Fouling & Anti Corrosion Additive for Marine Lubricating'.

Tim MRC membuat aditif co-polimer PAMA-OCP untuk pelumas kapal dengan bahan dasar minyak kelapa sawit yang dapat meningkatkan performa pelumas dan menghindari penurunan fungsi mesin.

Atas prestasi tersebut, masing-masing pemenang berhak memperoleh hadiah sebesar Rp35 juta dan kunjungan ke Shanghai Technologi Center di Shanghai, China, pada 2020 mendatang untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan para ahli inovasi dari Shell.

Kompetisi inovasi 'Think Efficiency 2019' menitikberatkan penilaian pada aspek originalitas, produk, dampak dan keberlanjutan. Dua bidang yang dipilih yaitu Energi dan Tribologi, merupakan bidang kompetensi Shell.

Sinergi dengan para inovator diharapkan akan memberikan dampak besar dan positif untuk perkembangan teknologi Indonesia di masa depan agar bersiap dalam menghaaadapi tantangan energi dan menyongsong Revolusi Industri 4.0 ke depan.

Syarif Riyadi, Co-founder Ecadin yang juga menjadi juri dalam kompetisi 'Think Efficiency 2019' menyebut bahwa jumlah ide yang masuk tahun ini lebih variatif dan kreatif ketimbang gelaran tahun lalu.

"Banyak ide besar yang aplikatif dan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Hal ini tentu memberikan harapan besar bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang mandiri dan unggul dalam menghadapi tantangan energi ke depan," kata dia.

Komentar

x