Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 21:58 WIB

Microsoft 'Bajak' Salah Seorang Petinggi Apple

Rabu, 21 Agustus 2019 | 04:30 WIB
Microsoft 'Bajak' Salah Seorang Petinggi Apple
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, San Francisco - Bill Stasior, mantan eksekutif Siri, asisten virtual besutan Apple, resmi meninggalkan Apple setelah tujuh tahun mengabdi. Dia dipinang oleh Microsoft untuk jabatan wakil presiden teknologi di perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itu.

Lebih spesifik lagi, Stasior mengepalai divisi kecerdasan buatan/ artificial intelligence (AI) dan bertanggung jawab langsung kepada Chief of Technology Officer, Kevin Scott.

Menurut Microsoft, Stasior akan membantu penyelarasan strategi teknologi di seluruh perusahaan. Namun, tidak disebutkan apakah dia nantinya akan terlibat dalam pengembangan Cortana, asisten virtual yang menjadi salah satu pesaing Siri atau tidak.

Cortana memang tak sepopuler Siri buatan Apple, Alexa milik Amazon, atau Google Assistant yang kini terus dikembangkan Google melalui smartphone Android.

Hal itu disebabkan eksistensi Windows Phone yang menjadi platform lahirnya Cortana sudah pensiun. Microsoft kini ganti menghadirkan Cortana di desktop Windows, termasuk Windows 10.

Kabarnya Stasior memilih hengkang dari Apple setelah terjadi perombakan di tim Siri. Pemicunya adalah dipromosikannya John Giannandrea sebagai Senior Vice President Machine Learning dan Artificial Intelligence Strategy Apple pada Desember tahun lalu.

Sebelumnya Giannandrea bekerja di Google dan bergabung dengan Apple per April 2018. Sejak Giannandrea naik jabatan, Stasior dilaporkan mundur perlahan-lahan dari manajemen meski masih tetap berada di Apple. Dia akhirnya sepenuhnya berhenti dari Apple pada Mei 2019.

Giannandrea pun membawa perubahan besar di manajemen tim Siri dengan menggabungkan tim Siri dan Machine Learning Apple. Mereka menjadi tim terpadu untuk mengembangkan Siri dan area machine learning lain.

Mengutip 9to5Mac, Stasior pernah mengkritik asisten virtual berbasis suara semacam Siri maupun Cortana.

"Mereka (asisten virtual) pada akhirnya tidak memenuhi janji bahwa bisa memahami manusia secara alami sebagaimana manusia mengerti mereka," ucapnya.

Komentar

x