Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 22:11 WIB

Startup Ini Sasar Celah di Industri Travel Online

Oleh : Taufiqqurakhman | Selasa, 20 Agustus 2019 | 02:02 WIB
Startup Ini Sasar Celah di Industri Travel Online
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah startup baru di bidang agen perjalanan online coba meraup keuntungan dengan menyasar 'celah' di industri agen perjalanan online lokal saat ini. Apakah itu?

Dolano, sebuah startup baru di bidang agen perjalanan online, coba mengambil keuntungan dari celah yang ada di industri agen perjalanan online lokal saat ini, yakni ketidakadanya lingkungan ekonomi yang berkelanjutan.

"Industri agen perjalanan online lokal memiliki sejumlah celah, yakni lingkungan (ekonomi) yang tidak berkelanjutan, komunitas (ekonomi) yang tidak dikembangkan, dan perhitungan dana liburan pengguna yang tidak bisa diprediksi," ujar Eriyofilta Firamdhani, pendiri/ CEO dari Dolano, di Jakarta, Senin sore (19/8/2019).

"Celah-celah tersebutlah yang Dolano coba sasar," tambah Eriyofilta.

CEO Dolano tersebut menjelaskan kalau Dolano adalah sebuah platform pariwisata, yang membedakannya dengan para pemain di industri agen perjalanan online lokal lainnya adalah layanan Dolano mampu menggapai hingga ke lapangan.

"Mulai dari informasi wisata, penyediaan tiket perjalanan, informasi agenda acara, informasi tempat makan, informasi tempat penjualan cinderamata, hingga ke penginapan dan pemandu wisatanya, secara online dan real-time," ungkapnya.

Eriyofilta menjelaskan kalau nantinya pengguna bisa membuat rencana perjalanan (itinerary) sendiri di aplikasi Dolano.

"Hal tersebut tak bisa dilakukan di layanan-layanan lokal lainnya yang serupa," klaimnya.

"Sasaran jangka pendek dari Dolano adalah bisa meraup 1% dari industri agen perjalanan online saat ini," ungkap Eriyo.

Pendiri Dolano tersebut juga menargetkan untuk mendapatkan sekira 100 ribu partner (rekan) untuk mewujudkan layanan mereka, jangka satu-dua tahun pertama.

"Saat ini kami sudah menjalin kerjasama dengan banyak jenis rekan lokal," jawab Eriyo, meski ia belum mau menjawab jumlah persisnya.

Kemudian untuk sasaran jangka panjangnya, Eriyo menyatkan kalau mereka menarget sekira dua juta rekan lokal dan 20 juta pengguna asing.

Ketika ditanya bagaimana sistem berbagi keuntungannya, CEO Dolano tersebut menjawab akan ditentukan tarifnya per jam, dan berdasarkan musim liburan, zona pariwisata, destinasi pariwisata populer per provinsi, serta faktor-faktor lainnya. "Karena semuanya itu sedang kami susun," jawab Eriyofilta.

Model bisnis dari Dolano memang sedikit terlihat mirip dengan beberapa layanan transportasi online lokal populer saat ini. "Poin penting dari layanan Dolano adalah untuk berbagi ekonomi," ungkap Eriyo.

Layanan Dolano nantinya akan diwujudkan dalam bentuk aplikasi mobile dan juga situs internet. Namun keduanya belum sepenuhnya aktif, untuk aplikasinya pun masih dalam format beta dengan akses terbatas.

Dolano sendiri mengambil referensi dari kata Dolan, yang artinya 'pergi bersenang-senang'.

Ketika ditanya kapan layanan Dolano akan dirilis resmi? Eriyofilta Firamdhani mengaku belum tahu kapan. "Nanti tunggu saja pengumuman lanjutan dari kami," pungkasnya.

Untuk sementara calon pengguna yang penasaran bisa mengecek situs Dolano di https://dolano.id/welcome.

Komentar

x