Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 21:51 WIB

Huawei Mulai Lakukan Riset untuk Jaringan 6G

Senin, 19 Agustus 2019 | 17:30 WIB
Huawei Mulai Lakukan Riset untuk Jaringan 6G
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, San Francisco - Meski teknologi jaringan 5G belum mendunia, namun Huawei kabarnya sudah mulai melakukan riset terhadap pengembangan jaringan generasi ke-6 alias 6G.

Mengutip GSM Arena, penelitian tersebut dilakukan Huawei di pusat riset mereka yang terletak di Ottawa, Kanada. Menurut sebuah laporan, untuk penelitian itu Huawei melakukan kerja sama strategis dengan 13 universitas dan sejumlah lembaga di Kanada.

Huawei mengaku membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk melakukan penelitian tersebut.

Teknologi jaringan 6G ini pun diperkirakan baru akan tersedia secara komersial setidaknya pada 2030 mendatang.

Langkah serupa sebetulnya juga telah diambil Samsung. Pada awal tahun ini, Samsung dikabarkan telah mulai melakukan penelitian jaringan 6G di pusat penelitian mereka yang terletak di Seoul, Korea Selatan.

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika Huawei juga mengambil langkah serupa dengan melakukan riset awal jaringan 6G, meski jaringan 5G pun belum diimplementasi secara maksimal.

Pada Juni lalu, Nokia, Ericsson, dan SK Telecom juga mengumumkan kemitraan strategis dalam pengembangan jaringan 6G.

Meski sudah banyak pihak yang sudah mulai meneliti jaringan 6G, namun secara keseluruhan semua ini masih merupakan langkah yang sangat awal.

Sebab, hingga saat ini belum ada standar yang jelas untuk jaringan 6G sehingga semua penelitian yang dilakukan sebagian besar masih bersifat teoritis ketimbang praktis.

Huawei sendiri memang dikenal sebagai salah satu perusahaan yang getol mengembangkan teknologi jaringan. Raksasa teknologi asal China ini sudah mulai mengembangkan jaringan 5G sejak satu dekade silam.

Akan tetapi, beberapa waktu lalu Huawei sempat mendapat batu sandungan ketika Pemerintah AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump memasukkan nama Huawei ke dalam daftar hitam.

Perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut tidak diperkenankan membeli komponen dalam bentuk apapun dari perusahaan AS.

Komentar

x