Find and Follow Us

Rabu, 21 Agustus 2019 | 02:35 WIB

Tidak Ajak Huawei Uji 5G, China Peringatkan India

Kamis, 15 Agustus 2019 | 07:30 WIB
Tidak Ajak Huawei Uji 5G, China Peringatkan India
(ist)

INILAHCOM, Beijing - China melayangkan protes ke India karena tidak mengikutsertakan Huawei dalam uji jaringan 5G dalam waktu dekat ini. Kabarnya Beijing pun telah memanggil duta besar India untuk China, Vikram Misri, membahas hal tersebut.

Seperti yang diketahui Huawei merupakan perusahaan penyedia infrastuktur telekomunikasi besar yang menerima investasi pemerintah negaranya atau merepresentasikan China.

Beberapa waktu lalu dilaporkan, Menteri Telekomunikasi India Ravi Shankar Prasad belum berencana mengajak Huawei dalam kegiatan tersebut.

Mengutip South China Morning Post, Pemerintah China memberikan peringatan lewat duta besar India agar mereka tidak menghalangi Huawei berbisnis. Secara eksplisit pemerintah Negeri Tirai Bambu ini juga disebut meminta India tidak melakukan diskriminasi dalam bisnisnya atau serupa dengan AS.

"Huawei telah menggelar layanan dan operasional di India sejak lama serta berkontribusi terhadap perkembangan masyarakat dan ekonomi India," ungkap Hua Chunying, juru bicara Pemerintah China.

"Kami berharap Pemerintah India bisa mengambil keputusan yang objektif dan independen sehingga menghasilkan keputusan yang adil untuk menguntungkan satu sama lain," imbuhnya.

Dilaporkan, Beijing memberikan peringatan berupa reverse sanctions. Jadi, apabila India menghalangi Huawei berbisnis di negaranya maka China juga akan mempersulit perusahaan India yang ada di negaranya. Laporan menyebut perusahaan India di China sebetulnya tergolong sedikit.

Beberapa perusahaan India di China adalah Infosys, TCS, Dr Reddy's Laboratories Reliance Industries, dan Mahindra & Mahindra. Beberapa perusahaan ini menggarap bisnis di bidang manufaktur, kesehatan, finansial, dan outsourcing.

Beberapa waktu lalu, politikus nasionalis dari kelompok Rashthriya Swayamsevak Sangh bernama Ashwani Mahajan menuliskan surat kepada Perdana Menteri India Narenda Modi bahwa negaranya harus mandiri secara ekonomi dan jangan bersandar pada gelombang disrupsi China.

"Kita sebagai sebuah negara tidak boleh mengandalkan Huawei. Secara global perusahaan-perusahaan Tiongkok termasuk India menerima tuduhan melakukan underbid untuk setiap proyek," tulis Mahajan, seraya menyebut China sebagai negara yang mengintai warga negaranya dan menutup aksesnya dari luar.

Laporan dokumen yang beredar menyebut Pemerintah India sudah mengajak perusahaan telekomunikasi asal Finlandia, Korea Selatan, dan Jepang untuk melakukan uji coba 5G, tapi Huawei yang merupakan perusahaan asal China, masih belum mendapatkan konfirmasi.

Komentar

x