Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 11:38 WIB

Ada Beruang Air Hidup di Bulan

Kamis, 8 Agustus 2019 | 00:30 WIB
Ada Beruang Air Hidup di Bulan
Tardigrades atau yang dikenal sebagai beruang air. - (animalogic.ca)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tardigrades, yang dikenal sebagai beruang air, disebut berada di Bulan setelah kecelakaan pesawat luar angkasa Israel pada April lalu.

Mengutip warta CNET, tradigrades adalah hewan mikroskopis yang dapat bertahan hidup di hampir semua lingkungan.

Sebagai 'ekstrimofil', tardigrades dapat mematikan metabolisme mereka dan bertahan hidup dalam kondisi yang tidak bersahabat untuk waktu yang lama.

Tardigrades juga dikenal sebagai hewan yang memiliki ketahanan tinggi terhadap radiasi, 1.000 kali lebih tahan radiasi dibanding manusia.

Pada April lalu, sebuah pesawat ruang angkasa Israel bernama Beresheet, yang membawa ribuan tardigrades yang didehidrasi (di antara kargo lainnya), jatuh di bulan. Beberapa orang bertanya-tanya apakah beruang air dapat bertahan hidup di sana.

Salah satu dari orang-orang itu adalah Nova Spivack, pendiri Arch Mission Foundation, yang merupakan organisasi nirlaba dengan tujuan utama menciptakan 'cadangan Planet Bumi'.

Saat kecelakaan, pesawat ruang angkasa Israel itu juga tengah mengangkut perpustakaan bulan pertama Arch Mission, sebuah arsip digital yang memiliki informasi setara dengan 30 juta halaman.

Misi itu juga membawa sampel DNA manusia dan ribuan tardigrades dehidrasi. Tidak diketahui berapa banyak kargo yang benar-benar sampai di permukaan bulan setelah kecelakaan itu.

"Tentang tardigrades di Perpustakaan Lunar: Beberapa disegel dalam epoksi dengan 100 juta sel manusia, tanaman dan mikro organisme," cuit Spivack melalui akun Twitter-nya.

"Beberapa dienkapsulasi ke sisi lengket selotip Kapton selebar 1 cm yang disegel di dalam tumpukan disk. Mereka tidak bisa mereproduksi di bulan," lanjut dia dalam cuitannya.

Meskipun tardigrades yang didehidrasi tidak dapat hidup di bulan, secara teori mereka dapat dikumpulkan, dihidupkan kembali, dan dipelajari untuk mengajari kita tentang kehidupan mereka di sana.

"Tidak mungkin sel-sel dapat bertahan hidup di bulan tanpa lebih banyak perlindungan dari radiasi," tambah Spivack.

"Namun sel-sel manusia, sel-sel tanaman dan organisme mikro yang kami kirim dapat dipulihkan, dipelajari dan DNA mereka diekstraksi - mungkin untuk dikloning dan diregenerasi, jauh di masa depan," pungkasnya.

Komentar

Embed Widget
x