Find and Follow Us

Minggu, 15 September 2019 | 23:47 WIB

Gojek Bantah Punya Perusahaan Induk di Singapura

Kamis, 1 Agustus 2019 | 16:30 WIB
Gojek Bantah Punya Perusahaan Induk di Singapura
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita menegaskan bahwa Gojek adalah perusahaan rintisan asli Indonesia yang terdaftar di Indonesia dengan nama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, bukan perusahaan asal Singapura.

"Gojek adalah perusahaan rintisan Indonesia, dengan head office di Indonesia dan 90 persen pegawai kami adalah orang asli Indonesia," kata Nila melalui keterangan resminya kepada INILAHCOM.

Dia pun menyebut bahwa seluruh penanaman modal dan investasi Gojek telah ditanamkan dan dibukukan penuh di perusahaan di Indonesia.

"Kami tidak memiliki perusahaan Singapura sebagai induk perusahaan. Kami selalu melaporkan penanaman modal tersebut sesuai amanat yang diberikan oleh BKPM," katanya.

Penegasan Gojek sebagai perusahaan asal Indonesia itu disampaikan menyusul pernyataan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong yang menyebut empat unicorn Indonesia, termasuk Gojek, diklaim milik Singapura berdasarkan riset Google dan Temasek tentang pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.

Gojek menyampaikan investasi mereka disalurkan untuk mengembangkan usaha dan ekosistem di Indonesia dengan merangkul hingga dua juta mitra driver, 400 ribu merchants dan puluhan ribu mitra penyedia layanan GoLife di Indonesia.

Tom, sapaan akrab Thomas Lembong, mengatakan empat unicorn Indonesia yakni Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia menerima pendanaan lewat Singapura karena induk perusahaan itu terdapat di Singapura.

Kepala BKPM, melalui akun Twitter-nya, lantas meminta maaf dan meralat pernyataan itu karena tiga startup unicorn yang disebutnya sudah memberikan klarifikasi.

"Maaf & ralat: @tokopedia dan @bukalapak sudah klarifikasi ke saya, @gojek indonesia sudah klarifikasi ke publik: mereka tidak pakai induk perusahaan di Singapura, tapi sepenuhnya PT PMA di Indonesia... Saya bicara terlalu jauh, mengomentari bahan Google-Temasek ini," katanya seperti dikutip dari akun tersebut. [tar]

Komentar

Embed Widget
x