Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 00:46 WIB

Menyingkap Cara Kerja di Balik Layanan Google Maps

Rabu, 31 Juli 2019 | 05:30 WIB
Menyingkap Cara Kerja di Balik Layanan Google Maps
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Kisah horor dan cerita seputar penampakan menyeramkan yang dibagikan di dunia maya sering kali menjadi suatu hal yang menarik untuk disimak. Apalagi jika kisah itu disertai dengan visual pendukung.

Dengan bantuan teknologi, Anda tidak hanya menemukan banyak cerita namun juga dapat menjelajahi tempat-tempat menyeramkan di dunia melalui perangkat Anda.

Google Maps juga sempat membuat kumpulan daftar lima tempat yang menyeramkan melalui tur Street View ini.

Namun, seringkali muncul pertanyaan tentang cara Google Maps dan Street View dapat membantu jutaan pengguna untuk menjelajahi dunia. Jawabannya, perlu sejumlah langkah serta perpaduan pengguna, komunitas, dengan teknologi yang tepat.

Google akan memberi Anda informasi lebih lanjut akan cara mereka menyediakan informasi peta, juga mempelajari setiap elemen yang digunakan untuk membantu lebih dari satu miliar orang mencari rute, menjelajah, dan melakukan banyak aktivitas.

- Semua dimulai dengan citra

Citra satelit dan Street View telah sejak lama menjadi bagian penting dari cara kami mengidentifikasi tempat-tempat di dunia. Keduanya menunjukkan lokasi jalan raya, bangunan, alamat, dan bisnis di sebuah wilayah, beserta informasi penting lainnya seperti batas kecepatan yang berlaku setempat atau nama bisnis.

Pada tahun 2007, Street View diluncurkan untuk membantu orang mengeksplorasi dunia secara virtual, dari kedalaman Antartika hingga puncak Gunung Kilimanjaro.

12 tahun sejak itu, mobil Street View dan alat trekkerGoogle telah mengumpulkan lebih dari 170 miliar citra dari 87 negara.

Dengan trekker terbaru yang dilengkapi sensor resolusi tinggi dan bukaan yang lebih tinggi, kualitas citra tangkapan Google pun telah menjadi jauh lebih baik.

- Sentuhan manusia

Data dan citra adalah komponen kunci dalam pembuatan peta, tapi dua elemen ini bersifat statis dan tidak selalu bisa mengikuti kecepatan perubahan dunia.

Ini membawa kita ke elemen ketiga: orang-orang yang membantu Google mengaitkan semuanya.

Google memiliki tim operasi data di seluruh dunia yang memainkan peran dalam hampir segala aspek pembuatan peta, dari mengumpulkan citra Street View dan menyaring sumber data yang otoritatif hingga memeriksa dan mengoreksi peta yang kurang akurat.

Google juga mempunyai komunitas Local Guide dan pengguna Google Maps, yang didorong untuk mengoreksi peta melalui tombol Kirim Masukan dalam Google Maps.

Local Guides adalah sebuah fitur Google Maps yang memungkinkan kita, para pengguna memberikan nilai untuk suatu tempat dengan rating, menjelaskan pengalaman yang dirasakan pengguna dengan ulasan, membagikan foto dan video, menyampaikan analisis dengan jawaban, menanggapi pertanyaan tentang suatu tempat, meng-update informasi dengan pengeditan tempat, menambahkan tempat yang belum ada, atau memverifikasi informasi dengan memeriksa fakta

Tim Google memeriksa informasi dari mereka dan mempublikasikannya jika dianggap informasi tentang jalan, bisnis, dan alamat itu cukup sesuai dengan kondisi nyata.

- Mempercepat proses dengan machine learning

Citra, data yang otoritatif, dan input dari manusia telah membantu Google berkembang sampai saat ini, tetapi Google ingin membuat peta mereka lebih berguna bagi lebih banyak orang dengan lebih cepat.

Untuk meningkatkan kecepatan pembuatan peta, Google pun memanfaatkan machine learning. Machine learning memungkinkan tim Google mengotomatiskan proses pembuatan peta sambil menjaga tingkat akurasi yang tinggi.

Peta sangat penting untuk mendukung perkembangan masyarakat. Peta menghubungkan orang dengan satu sama lain, membantu menumbuhkan perekonomian dengan memungkinkan orang menemukan bisnis dan restoran baru, dan membantu orang melakukan berbagai aktivitas.

Meski Google sudah berkembang sangat jauh dengan peta di lebih dari 220 negara dan wilayah hingga saat ini, raksasa teknologi asal AS itu sadar bahwa tugas mereka sama sekali belum selesai.

Setiap wilayah memiliki kebutuhan yang berbeda dan tantangannya sendiri dalam pembuatan peta.

Karena memiliki basis pengguna yang aktif dan sangat besar, Google mengaku terus mempelajari hal baru tentang dunia dan memperbaiki Google Maps sesuai dengan informasi terbaru.

Komentar

x