Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 00:52 WIB

Facebook Hentikan Akses Data Sony dan Microsoft

Selasa, 30 Juli 2019 | 10:30 WIB
Facebook Hentikan Akses Data Sony dan Microsoft
(ndtv)

INILAHCOM, San Francisco - Selain denda sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp70 triliun atas skandal Cambridge Analytica, Komisi Perdagangan Federal AS atau FTC juga akan memperketat pengawasan terhadap Facebook perihal penggunaan data pengguna.

Pengawasan ini terutama yang berkaitan dengan aplikasi pihak ketiga. Pihak Facebook pun harus mulai menyesuaikan diri dengan aturan tersebut.

"Baru-baru ini, aplikasi pihak ketiga memberi tahu kami tentang adanya bug yang mengarahkan kami untuk melakukan investigasi dan menemukan bahwa, sayangnya, basis kode kami memungkinkan adanya akses lanjutan ke beberapa mitra ini," kata Ime Archibong, VP of Product Partnerships Facebook, seperti dilansir CNET.

Dua mitra tersebut di antaranya adalah Microsoft dan Sony. Kedua perusahaan ini terungkap masih meneruskan akses terbatas soal data teman, yang digunakan untuk memainkan PlayStation atau menyinkronkan kontak informasi teman dengan layanan lain.

Baca juga: Akibat Skandal, Facebook Didenda Rp70 Triliun

Archibong mengatakan memang tidak ada temuan pelanggaran kebijakan Facebook dari akses ini, namun pihaknya tetap akan melakukan pembatasan bagi para mitranya.

"Berdasarkan komitmen sebelumnya, kami mengakhiri akses mitra kami ini untuk data teman sesegera mungkin. Ini adalah kesalahan kami dan kami akan mengoreksinya," imbuh dia.

Lebih lanjut, Archibong menyebut bahwa Facebook akan menggunakan framework baru untuk meningkatkan keamanan privasi dan informasi penggunanya.

"Hal itu membutuhkan perubahan fundamental dalam cara kami bekerja," lanjut dia.

Facebook akan melakukan beberapa hal untuk meningkatkan keamanan privasi. Dimulai dari memperkenalkan cara baru mengelola aplikasi yang digunakan pengguna dengan Facebook.

Raksasa jejaring sosial asal AS itu juga menjanjikan hadiah bagi pihak yang memberi tahu adanya penyalahgunaan data oleh pengembang.

Mereka juga akan menerapkan proses peninjauan baru untuk setiap API baru maupun ekspansi API yang sudah ada.

Di sisi lain, perwakilan Microsoft mengatakan bahwa mereka menghormati setiap keputusan preferensi pengguna selama menggunakan Facebook. Namun, sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak Sony.

Archibong mengatakan, di bawah pengawasan FTC, Facebook akan lebih bertanggung jawab dan transparan tentang produk lama yang tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Selain denda US$5 miliar, Facebook juga mendapatkan pinalti sebesar US$100 juta (sekitar Rp1,3 triliun) dari Securities Exchange Commission terkait privasi data pengguna.

Komentar

x