Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 12:18 WIB

HonestDocs: 21% Remaja Indonesia Anut Seks Bebas

Kamis, 18 Juli 2019 | 15:15 WIB
HonestDocs: 21% Remaja Indonesia Anut Seks Bebas
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Selama ini, diskusi mengenai topik seks di kalangan masyarakat umum sering dianggap sebagai hal yang tabu. Masyarakat menganggap bahwa topik seks harus dihindari karena merupakan masalah personal rumah tangga masing-masing.

Padahal, kurangnya edukasi tentang seks dan hubungan intim menjadi salah satu penyebab dari tingginya angka penyakit menular seksual, kasus kehamilan di luar nikah, hingga efek psikologis lainnya.

Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR) baru berkisar di angka 57,1 persen. Ini berarti, puluhan juta remaja Indonesia masih belum memiliki pengetahuan reproduksi tentang bagaimana cara melindungi diri dari perilaku seksual berisiko, pencegahan kehamilan, atau penyakit menular seksual dan HIV/AIDS.

Untuk mengatasi stigma tabu tersebut, HonestDocs, sebuah platform informasi kesehatan terpercaya, melakukan penelitian nasional yang melibatkan total 6.877 responden dari berbagai usia dan jenis kelamin. Responden penelitian terdiri dari proporsi responden wanita sebesar 54 persen dan pria sebesar 46 persen, dan dominasi usia di antara 18-34 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola perilaku seksual masyarakat Indonesia, termasuk frekuensi hubungan intim dan masturbasi.

Pertama, riset HonestDocs menemukan bahwa 74 persen responden berusia 12-17 tahun menyatakan tidak aktif secara seksual, sementara 21 tahun di antaranya mengaku melakukan seks setiap hari. Jika dibandingkan, persentase anak remaja yang melakukan seks setiap hari lebih tinggi dibandingkan responden lain dari kelompok umur yang lebih dewasa (18-54 tahun).

"Temuan ini cukup mengkhawatirkan, terutama karena seks yang dilakukan pada usia muda dan kurang bertanggung jawab dapat meningkatkan risiko kanker serviks, HIV/AIDS, atau penyakit menular seksual lainnya. Remaja yang sering melakukan seks tanpa proteksi juga meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan," kata tim medis HonestDocs.

Selain itu, riset HonestDocs juga menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen responden berusia 18-24 dan 65 tahun ke atas tidak aktif melakukan hubungan seksual. Sedangkan responden usia produktif (25-64 tahun) rata-rata aktif secara seksual dengan frekuensi beberapa kali dalam seminggu. Hal ini disebabkan karena libido pasangan yang masih tinggi, keinginan untuk menjaga keharmonisan pasangan, ataupun karena ingin memiliki anak.

Kedua, data dari HonestDocs menunjukkan bahwa frekuensi aktivitas seksual wanita meningkat ketika memasuki masa menopause (55-65 tahun ke atas), di mana 44 persen responden mengaku melakukan seks setiap hari. Menurut tim medis HonestDocs, meningkatnya aktivitas seksual didorong karena wanita sudah tidak lagi merasa khawatir akan terjadinya kehamilan.

Ketiga, berdasarkan survei dari HonestDocs, masyarakat Indonesia yang paling sering melakukan hubungan intim, baik setiap hari maupun 2-3 kali seminggu, berada pada tiga provinsi, yaitu Sulawesi Tenggara (60 persen), Papua (50 persen), dan Bali (46 persen). Sebaliknya, Sumatera Barat, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi tiga provinsi dengan rata-rata 23 persen responden kurang aktif berhubungan seksual.

Sehubungan dengan hal tersebut, data menunjukkan bahwa Papua, Sulawesi Tenggara, dan Kepulauan Riau merupakan tiga provinsi dengan responden yang paling sering melakukan masturbasi. Menariknya, enam dari 10 provinsi dengan jumlah responden yang paling sering bermasturbasi juga terdaftar sebagai provinsi dengan frekuensi hubungan seks paling tinggi, yaitu Papua, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau, Maluku, Aceh, dan Sulawesi Selatan.

Sebagai portal kesehatan terpercaya yang telah memiliki lebih dari 20 juta pengguna aktif setiap bulan, HonestDocs bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan informasi, produk, dan layanan yang mudah diakses oleh semua orang. Adanya stigma tabu membuat pasien dengan penyakit menular seksual kerap enggan memeriksakan diri atau mendapatkan pengobatan. Oleh karena itu, HonestDocs menyediakan platform percakapan online untuk tanya-jawab dengan dokter, sehingga pasien tidak perlu malu akan stigma negatif masyarakat.

"Banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses ke fasilitas medis, terutama mereka yang tinggal di luar kota-kota besar. Kami di HonestDocs berkomitmen untuk memberikan solusi terhadap masalah ini. Kami ingin memberikan edukasi kepada para pasien dengan konten-konten medis yang telah ditinjau oleh dokter, sehingga bisa memerangi konten hoaks yang sering beredar saat ini. Selain itu, kami juga menyediakan tanya jawab dengan dokter secara online, hingga layanan pengiriman obat-obatan untuk para pasien," jelas tim medis HonestDocs.

Dengan pemaparan riset tentang pola perilaku seksual masyarakat Indonesia, HonestDocs berharap bahwa stigma tabu di masyarakat dapat pelan-pelan dihilangkan. Pendidikan seksual dari usia dini adalah kunci penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan reproduksi masyarakat Indonesia.

Komentar

Embed Widget
x