Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 00:53 WIB

Terlibat Skandal, Facebook Didenda Rp69,5 Miliar

Senin, 15 Juli 2019 | 23:30 WIB
Terlibat Skandal, Facebook Didenda Rp69,5 Miliar
(ist)

INILAHCOM, New York - Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) menjatuhkan denda sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp69,5 miliar kepada Facebook terkait skandal Cambridge Analytica.

FTC menganggap bahwa raksasa jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu telah lalai melindungi data pribadi pengguna.

Sanksi ini dijatuhkan berdasarkan voting, di mana tiga regulator asal Partai Republik menyatakan setuju menghukum Facebook, sementara dua regulator asal Partai Demokrat menolak.

Sekedar mengingatkan, pada awal 2018 lalu, Facebook tersangkut skandal penyalahgunaan data pribadi pengguna. Sebanyak 87 juta data pengguna berada di tangan firma analis data Cambridge Analytica.

Data ini diduga disalahgunakan untuk keperluan pilpres AS tahun 2016. Sejak skandal itu menyeruak, FTC menggelar investigasi terhadap Facebook yang juga mendapat pengawasan ketat terkait penggunaan data pribadi pengguna.

Kabarnya, Facebook telah mengantisipasi denda ini dengan mengalokasikan anggaran hukum sebesar US$3 miliar atau sekitar Rp41,7 triliun. Mereka sudah memprediksi denda yang dijatuhkan akan berkisar pada angka US$3 miliar hingga US$5 miliar.

Sanksi denda ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan pendapatan Facebook. Pada tahun 2018, pendapatan perusahaan mencapai US$55 miliar atau sekitar Rp765,2 triliun, atau 10 kali lipat dari denda yang dijatuhkan FTC.

Pada April lalu, Facebook membukukan pendapatannya per kuartal pertama sebesar US$15 miliar(Rp208,6 triliun) dan cadangan kas lebih dari US$40 miliar (Rp556,5 triliun), menurut laporan New York Times.

Selain denda, Facebook sepakat untuk lebih komprehensif untuk mengelola data pengguna. Tapi tidak dijelaskan adanya pembatasan Facebook untuk mengambil dan membagikan data dengan pihak ketiga.

FTC memiliki wewenang untuk meminta pertanggungjawaban Zuckerberg selaku CEO Facebook Inc, terkait segala isu tentang penyalahgunaan data pengguna.

Namun, Zuckerberg tidak akan mendapat konsekuensi secara pribadi. Hal ini menuai kritik, karena FTC memutuskan untuk tidak meminta pertanggungjawaban pribadi Zuckerberg.

Meski didenda dengan nominal yang cukup besar, saham Facebook di Wall Street dilaporkan naik dua persen di hari yang sama saat pengumuman denda. Para pendukung privasi justru menyesalkan bahwa denda yang dijatuhkan tidak terlalu berdampak pada Facebook.

"Ini pertanda buruk bahwa reaksi pasar terhadap penyelesaian Facebook dengan FTC, membuat nilai sahamnya naik," jelas Robert Weissman, President Public Citizen, sebuah kelompok kepentingan konsumen di AS, dikutip dari New York Times.

Komentar

x