Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 08:08 WIB

Laporan Counterpoint Q1 2019

Tak Ada Vendor Lokal di Lima Besar Pasar Ponsel

Oleh : Ibnu Naufal | Rabu, 10 Juli 2019 | 04:04 WIB
Tak Ada Vendor Lokal di Lima Besar Pasar Ponsel
(ist)

INILAHCOM, New Delhi - Kuartal pertama 2019 telah berjalan dengan baik dan analis dari Counterpoint mulai merilis laporan mereka terkait pangsa pasar ponsel khususnya di Indonesia. Laporan ini menyebut vendor lokal mengalami penyusutan akibat dominasi pasar China yang terus menguat.

Daftar yang dirilis mengungkap terjadinya perubahan posisi vendor ponsel dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Samsung masih berada di puncak dengan raihan 27 persen. Angka tersebut menurun 1 persen bila dibandingkan secara year-on-year (yoy).

Di posisi kedua, Xiaomi meroket dengan pangsa pasar 20 persen. Posisinya menyalip OPPO yang tahun lalu berada di nomor kedua. Pertumbuhan pasar ponsel Xiaomi di Indonesia mencapai 8 persen jika dihitung dari periode yang sama pada tahun 2018.

Setelah disalip Xiaomi, OPPO turun di posisi ketiga dengan 19 persen. Meski posisinya turun, penguasaan pasarnya bertambah jika dibandingkan perolehan Q1 tahun lalu yang hanya 18 persen.


Di posisi keempat, Vivo muncul dengan menguasai pasar ponsel di Indonesia sebesar 9 persen. Angka ini naik 4 persen secara year on year (yoy).

Sedangkan ASUS menguntit di urutan kelima dengan persentase 5 persen. Angka ini terlihat cukup baik, mengingat tahun lalu ASUS hanya memperoleh 2 persen saja dan terlempar dari 5 besar penguasa pasar ponsel di Indonesia.

Dari laporan tersebut menulis para produsen lokal sekarang hanya bermain di segmen sub-US$100 dengan bagian mereka mencapai level terendah 9 persen selama kuartal tersebut karena agresifitas vendor China.

Padahal sebelumnya pemain lokal seperti Advan menjadi satu satunya dan masih masuk dalam lima besar pangsa pasar Indonesia.

Sebagai informasi tambahan, Indonesia ternyata dianggap sebagai salah satu barometer para vendor ponsel yang memasarkan produknya di kawasan Asia Pasifik. Hal ini disampaikan salah satu analis dalam riset tersebut, Parv Sharma.

"Indonesia adalah salah satu kunci pasar di Asia Tenggara. Populasi yang lebih dari 250 juta jiwa tersebar di area luas, menjadikan Indonesia pasar paling potensial di Asia Pasifik," terang Sharma dalam laman resmi Counterpoint Research.

Selain itu, menurut Sharma, penetrasi 4G di Tanah Air juga tumbuh dengan pesat sehingga menjadi peluang bagi vendor ponsel untuk memasarkan produknya di Indonesia.

Bahkan, ia memperkirakan pasar ponsel di Indonesia hingga akhir tahun ini akan tumbuh sebesar 7 persen.

Komentar

Embed Widget
x