Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 16:11 WIB

China Awasi Turis Asing Melalui Ponsel yang Dibawa

Selasa, 9 Juli 2019 | 20:30 WIB
China Awasi Turis Asing Melalui Ponsel yang Dibawa
(chinadaily)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ternyata tak hanya warga negara sendiri saja yang diawasi dengan ketat, Pemerintah China juga turut memantau aktivitas wisatawan asing.

Mengutip CNET, Pemerintah China diketahui telah memata-matai wisatawan asing yang ingin masuk ke wilayah melalui ponsel mereka. Pemerintah China menyusupkan malware ke dalam ponsel-ponsel milik turis ketika mereka berada di wilayah perbatasan.

Berdasarkan laporan, malware tersebut diketahui dapat mengunduh data-data pengguna yang ada di dalam ponsel seperti pesan teks, catatan telepon, hingga kalender. Tak hanya itu, malware itu juga kabarnya dapat memindai sekitar 73.000 file lain yang ada di dalam ponsel milik pengguna.

Menurut hasil investigasi bersama yang dilakukan The New York Times, Guardian, Motherboard, dan lembaga penyiaran Jerman NDR, malware bernama BXAQ atau Fengcai itu disusupkan ke ponsel milik wisatawan asing yang melintasi perbatasan China ke wilayah Xinjiang.

Ponsel wisatawan asing itu diperiksa oleh para penjaga perbatasan, dan pada saat itulah malware tersebut dibenamkan. Malware itu dapat bergerak dengan cepat dan mencari berbagai macam data pengguna.

Malware itu bisa melihat data-data secara rinci mulai dari nomor IMEI, alamat WiFi, informasi Bluetooth MAC, informasi mobile wallet, nomor telepon, hingga rincian informasi untuk masuk ke dalam akun jejaring sosial.

Berdasarkan laporan, malware itu juga diketahui dapat mencari konten-konten yang berbau islami, seperti misalnya Al Quran.

Menurut Maya Wang, peneliti senior China di Human Right Watch, wasatawan Turki yang mayoritas beragama Islam, memang kerap menjadi sasaran pengawasan sepanjang waktu di wilayah Xianjiang.

Dia pun mengatakan bahwa pengawasan yang dilakukan pemerintah China pada orang asing sudah jelas-jelas melanggar hukum.

"Malware ini menunjukkan bahwa orang asing pun menjadi sasaran pengintaian yang sedemikian besar, dan ini melanggar hukum," ungkap Wang.

Di wilayah Xinjiang, Pemerintah China memang sangat ketat mengawasi penduduknya. Di wilayah ini, Pemerintah menaruh kamera pengintai di area berpenduduk yang dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah.

Wilayah ini juga menggunakan pemindai mata untuk memantau aktivitas yang mencurigakan. Bahkan kabarnya, Pemerintah China memiliki rincian data DNA dari setiap orang yang tinggal di wilayah Xinjiang.

Pengawasan yang ketat pada penduduk di wilayah Xinjiang tentu dilakukan bukan tanpa sebab. Sejarah mencatat, pada tahun 1949 lalu, wilayah Xinjiang kebanyakan dihuni oleh penduduk suku Uighur, salah satu suku minoritas yang tercatat secara resmi di China.

Suku ini merupakan keturunan dari suku kuno Huihe yang tersebar di Asia Tengah dan kebanyakan memeluk agama Islam.

Komentar

x