Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 20:43 WIB

PDG Akuisisi 70 Persen Kepemilikan Pusat Data XL

Oleh : Ibnu Naufal | Kamis, 4 Juli 2019 | 22:30 WIB
PDG Akuisisi 70 Persen Kepemilikan Pusat Data XL
(Foto: XL Axiata )

INILAHCOM, Jakarta - Investor, pengembang, dan operator infrastruktur internet berbasis di Singapura, Princeton Digital Group (PDG), yang didukung oleh Warburg Pincus, mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi 70 persen kepemilikan pada portofolio bisnis layanan pusat data PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia.

Perusahaan patungan Princeton Digital Group Data Centres ini, akan mendukung eksistensi strategis PDG di Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025.

Perusahaan ini akan menjadi operator pusat data dengan kemampuan bertumbuh secara signifikan untuk melayani perusahaan hyperscalers, unicorn domestik, korporasi, dan perusahaan telekomunikasi.

"Kami senang dapat bermitra dengan XL Axiata dalam bisnis patungan ini. PDG bermaksud untuk memperbesar kapasitas Pusat Data yang sudah ada serta membangun satu Data Center hyperscale di akhir tahun ini. Dengan investasi ini akan menjadi pemimpin pasar di Indonesia serta salah satu operator Data Center terbesar di Asia Tenggara," kata Rangu Salgame, Chairman dan CEO PDG, dalam siaran persnya.

Bagi PDG, tujuan perusahaan patungan untuk meningkatkan kompetensi dalam infrastruktur internet global guna membangun portofolio pan-Asian multi-billion digital infrastructure.

Sementara Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik jalinan kemitraan dengan PDG ini.

"Pengetahuan dan sepak terjang kami pada industri telekomunikasi, dikombinasikan dengan keahlian dan pengalaman yang luas dari tim PDG di bidang telekomunikasi dan teknologi global, menjadikan entitas baru ini, sebagai mitra pilihan untuk para penyedia layanan digital berskala besar dan perusahaan multinasional yang secara pesat memperluas operasi mereka di Indonesia dan di kawasan Asia," kata Dian.

Ekonomi digital Indonesia akan mendominasi Asia Tenggara pada tahun 2025 seiring meningkatnya nilai pasar sebanyak tiga kali lipat mencapai US$100 miliar dari sebelumnya US$27 miliar pada tahun 2018.

Penyedia layanan public cloud global seperti Alibaba Cloud, Amazon Web Services, dan Google Cloud telah membangun beberapa hub strategis di pasar. Pusat Data adalah tulang punggung pertumbuhan fenomenal ini.

Di seluruh Asia Tenggara, pasar layanan Pusat Data akan mengalami kemajuan besar dengan lebih dari dua kali lipat nilainya dalam empat tahun ke depan.

Menurut Technavio, pasar layanan Pusat Data di wilayah ini akan tumbuh stabil pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 14 persen selama periode 2017 hingga 2021.

Komentar

x