Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 16:07 WIB

Mengenal Libra, Mata Uang Kripto dari Facebook

Senin, 24 Juni 2019 | 02:02 WIB
Mengenal Libra, Mata Uang Kripto dari Facebook
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, San Francisco - Facebook baru saja memperkenalkan mata uang kripto Libra yang akan digunakan pada 2020 mendatang. Diperkirakan Libra tidak akan seberat pendahulunya Bitcoin.

Libra belum meluncur sehingga berapa besar daya yang dikonsumsi belum diketahui, namun, desain Libra yang lebih tersentralisasi dibandingkan kebanyakan mata uang kripto, diperkirakan akan mengonsumsi lebih sedikit energi.

Hanya anggota-anggota terpilih dari Libra Association, hub sentral mata uang tersebut, yang dapat membuat Libra.

"Sistem ini lebih efisien dari Bitcoin," kata peneliti blockchain di Technical University of Munich, Ulrich Gallersdorfer, seperti dilansir The Verge.

Baca juga: Facebook Kenalkan Mata Uang Kripto Libra

Bitcoin memerlukan banyak energi karena sangat banyak orang yang ingin memiliki mata uang tersebut, akibatnya mereka harus berkompetisi. Penambangan atau mining Bitcoin perlu daya komputasi dalam jumlah yang sangat besar hanya untuk membuat satu koin.

Mining Bitcoin dilakukan secara terus menerus dan harus memecahkan problem kompleks dalam waktu yang bersamaan. Peneliti pada 2018 pernah menaksir Bitcoin menghabiskan energi yang sama dengan Irlandia.

Kebalikan dengan Libra, algoritme mata uang kripto proporsional dengan deposit awal yang masuk ke sistem. Cara kerja Libra diperkirakan mirip dengan data center biasa.

"Facebook atau perusahaan lain harus membangun server, menjalankan software, memvalidasi transaksi. Tapi, cara seperti itu tidak berbeda dengan menjalankan layanan reguler di Facebook.com atau WhatsApp," kata Gallersdorfer.

Komentar

x