Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 03:40 WIB

Gelaran Komunitas PostgreSQL Siap Dihelat di Bali

Oleh : Ibnu Naufal | Minggu, 23 Juni 2019 | 09:09 WIB
Gelaran Komunitas PostgreSQL Siap Dihelat di Bali
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta- Komunitas open source internasional akan menggelar konferensi di Bali untuk membahas sistem PostgreSQL.

Adapun PostgreSQL adalah sistem pangkalan data open source yang dapat dioperasikan pada seluruh sistem operasi besar termasuk Linux, AIX, BSD, HP-UX, SGI IRIX, macOS, Solaris, Tru64, dan Windows.

PostgreSQL bersifat terbuka sehingga bebas digunakan, dimodifikasi, dan didistribusikan oleh siapapun serta dalam bentuk apapun, baik tertutup maupun terbuka.

"Terselenggaranya konferensi Postgresql terbesar di Asia ini merupakan bentuk kepercayaan dunia open source terhadap Indonesia," kata Julyanto Sutandang, CEO Equnix Business Solutions Pte Ltd, dalam siaran persnya.

Dia melanjutkan, tokoh-tokoh open source seperti Bruce Momijan telah mengkonfirmasi kehadirannya pada kegiatan yang digelar di Bali, 9-12 September 2019 itu karena ajang ini dinilai penting bagi komunitas open source untuk saling berkontribusi mendorong perkembangan PostgreSQL di masa mendatang.

Menurutnya, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah perhelatan yang biasanya digelar di Jepang tersebut, menunjukkan bahwa perkembangan serta popularitas PostgreSQL di Tanah Air telah mengalami pertumbuhan yang pesat. Perusahaan perbankan, telekomunikasi, ritel modern, dan instansi pemerintah telah menggunakan sistem basis data PostgreSQL.

Di tingkat global, tuturnya, selama dua tahun berturut-turut, PostgreSQL berhasil mempertahankan posisi puncak sebagai database dengan pertumbuhan tercepat di dunia menurut DB-Engines.

Di sisi popularitas, DB-Engines melaporkan bahwa database open source mengalami peningkatan popularitas setiap tahunnya sejak 2013 dan telah menggerus pangsa pasar database komersial.

Meskipun database komersial masih memimpin pasar, tapi database open source menunjukkan tren penguatan untuk menjadi mayoritas dalam tampo 12 hingga 18 bulan mendatang.

"Masyarakat bisnis Indonesia telah siap mengadopsi PostgreSQL dengan lebih mendalam. Indonesia membutuhkan open source untuk memperkuat perekonomian, menghemat biaya, dan menjamin integritas data serta keamanan. Perlu adanya dukungan semua pihak terutama kalangan enterprise dan pemerintah," kata Julyanto.

Konferensi ini merupakan ajang tahunan konferensi internasional di Asia, yang hampir setiap tahun diselenggarakan di Tokyo, Jepang.

Komunitas PostgreSQL tersebut akan mempertemukan para pengguna, pengembang, dan para ahli, memaparkan implementasi bisnis, terobosan, peningkatan efisiensi, sekuriti, professional support, studi kasus, kisah sukses, fitur baru, dan best practice dari PostgreSQL database Open Source.

Komentar

x