Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 21:56 WIB

Dell, Microsoft, Intel, dan HP Tolak Tarif Laptop

Jumat, 21 Juni 2019 | 06:06 WIB
Dell, Microsoft, Intel, dan HP Tolak Tarif Laptop
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Microsoft, HP, Intel, dan Dell menolak rencana Presiden AS Donald Trump untuk memasukkan komputer/ laptop dan tablet ke dalam barang-barang buatan China yang dikenakan tarif.

Mengutip Reuters, Dell, Microsoft, dan HP menyumbang 52 persen laptop dan tablet yang terjual di AS. Mereka menolak rencana Presiden Trump karena tarif akan meningkatkan harga laptop di sana.

Dalam keterangan resmi bersama, Microsoft, Dell, Intel, dan HP menyatakan bahwa tarif untuk laptop tidak akan menyelesaikan praktik dagang China yang dikeluhkan, namun, justru akan berdampak buruk pada konsumen dan industri.

Tarif tersebut akan menaikkan harga jual laptop di AS dan tablet sekitar 19 persen atau sekitar US$120 dari harga jual rata-rata laptop, keempat perusahaan tersebut mengutip data dari Consumer Technology Association.

"Kenaikan harga dapat menyebabkan laptop tidak terjangkau oleh konsumen kami," kata pernyataan bersama empat perusahaan itu.

Kenaikan harga tersebut, menurut mereka, bisa saja terjadi saat puncak musim liburan dan sebelum masuk sekolah.

Dalam keterangan terpisah, Microsoft bersama Nintendo America Inc dan Sony Interactive Entertainment LLC menyatakan tarif untuk konsol video game dapat menghambat inovasi, konsumen dan berisiko terhadap pekerja di industri.

US Trade Representative mengadakan tujuh hari sidang testimoni dari retailer AS, manufaktur dan pelaku bisnis terhadap rencana Presiden Trump mengenakan tarif ke produk buatan China.

Sidang akan berlangsung hingga 25 Juni dan tarif baru akan berlaku setelah 2 Juli, setelah periode komentar bantahan final berakhir.

Komentar

Embed Widget
x