Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 06:16 WIB

Adobe Kembangkan Software Pendeteksi Foto Editan

Kamis, 20 Juni 2019 | 13:30 WIB
Adobe Kembangkan Software Pendeteksi Foto Editan
(ist)

INILAHCOM, San Jose - Maraknya manipulasi foto, membuat Adobe mulai mengembangkan sebuah alat untuk mendeteksi foto tipuan mana yang diedit menggunakan piranti lunaknya.

Penyedia software edit foto Photoshop itu menggandeng University of California, Berkeley, AS, untuk menciptakan pendeteksi foto editan berbasis kecerdasan buatan atau AI.

"Riset terbaru ini adalah bagian dari usaha Adobe yang lebih luas untuk mendeteksi manipulasi gambar, video, audio, dan dokumen," tulis Adobe dalam blog resminya.

Para peneliti ini memanfaatkan Convolutional Neural Network (CNN), suatu jenis jaringan saraf yang biasa digunakan pada data gambar. CNN biasanya digunakan untuk mendeteksi dan mengenali obyek pada sebuah gambar.

Sebagai pendeteksi foto editan, CNN akan menyasar obyek yang diubah dengan salah satu fitur populer Photosop bernama 'Face Aware Liquify'. Fitur ini berfungsi untuk mempermak bentuk wajah seperti bagian mata atau mulut.

Adobe mengklaim saat uji coba, jaringan saraf ini berhasil mendeteksi perubahan gambar hingga 99 persen. Di saat yang bersamaan dengan foto yang sama pula, mata manusia biasa hanya bisa mendeteksi perubahan sebesar 53 persen.

CNN bisa mengidentifikasi bagian mana dan metode apa yang digunakan untuk memoles wajah. Alat ini juga disebut bisa mengembalikan gambar ke prediksi bentuk semula sebelum diedit.

"Ini adalah langkah penting untuk bisa mendeteksi jenis pengeditan gambar tertentu, serta kemampuan pembatalan yang bekerja sangat baik," jpapar Gavin Miller, Head of Research Adobe, seperti dilansir Gadgets 360.

"Di luar teknologi canggih semacam ini, kewaspadaan terbaik adalah masyarakat yang melek teknologi yang tahu bahwa konten bisa dimanipulasi, sering kali untuk kesenangan, tapi tak jarang untuk tujuan menyesatkan pula," imbuhnya.

Ini bukan kali pertama Adobe menggunakan AI untuk mendeteksi gambar yang telah diedit menggunakan Photoshop. Sebelumnya, mereka mengurai foto editan dengan cara mendeteksi sambungan, kloningan, dan penghapusan obyek.

Namun, penemuan kali ini lebih spesifik ke manipulasi wajah yang bisa mengubah ekspresi wajah berkat fitur Face Aware Liquify. Mereka mengakui lebih tertekan dengan proyek ini.

"Kita hidup di dunia, di mana semakin sulit mempercayai informasi digital yang kita konsumsi," jelas Richard Zhang, salah seorang periset Adobe.

Komentar

x