Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 16:09 WIB

Waspada, Banyak Game Populer yang Berbahaya

Kamis, 20 Juni 2019 | 16:30 WIB
Waspada, Banyak Game Populer yang Berbahaya
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Para pelaku kejahatan siber ternyata mengambil keuntungan dari peningkatan permintaan video game. Mereka mendistribusikan malware melalui salinan video game palsu.

Hiburan digital seperti video game rentan terhadap penyalahgunaan pelanggaran hak cipta dan pelacak torrent ilegal. Selain itu, video game juga harus menghadapi tantangan lain yakni kecurangaan penggunaan merek untuk menyamarkan distribusi malware.

Sudah banyak video game papan atas yang di-host pada platform distribusi digital. Tak ada yang bisa mendeteksi apakan file software yang diunggah itu game resmi atau sampel malware yang disamarkan.

Peneliti Kaspersky melihat lebih dekat file yang terinfeksi dan terdeteksi selama 2018 serta paruh pertama 2019. Tercatat, Minecraft berada di posisi atas dari daftar game yang disalahgunakan.

Minecraft menempati urutan pertama karena game tersebut menyumbang sekitar 30 persen dari serangan, dengan lebih dari 310.000 pengguna terkena infeksi. Di bawah Minecraft ada GTA 5 yang menargetkan lebih dari 112.000 pengguna.

Selanjutnya, ada Sims 4 yang menyerang hampir 105.000 pengguna. Di samping itu, para peneliti juga menemukan, para pelaku kejahatan siber juga berusaha memikat pengguna agar mengunduh file berbahaya yang menyamar sebagai game pra-rilis.

Setidaknya, penyamaran tersebut terlihat pada 10 game pra-rilis, dengan 80 persen deteksi difokuskan pada FIFA 20, Borderlands 3, dan Elder Scrolls 6.

"Selama berbulan-bulan kita telah melihat pelaku kejahatan siber mengeksploitasi sektor hiburan untuk menyerang pengguna dengan mengejutkan, baik itu serangkaian acara TV populer, pemutaran perdana film-film top atau video game populer. Penjelasannya mudah, karena orang bisa kurang waspada saat mereka ingin bersantai dan bersenang-senang," kata Peneliti keamanan Kaspersky, Maria Fedorova.

Lebih lanjut Fedorova menjelaskan, bila tidak waspada pada hal kecil seperti penyamaran malware di video game, maka tidak dibutuhkan ancaman tingkat tinggi seperti vector infeksi untuk keberhasilan serangan.

"Kami terus mendesak semua orang untuk tetap waspada, menghindari platform digital tidak dipercaya dan penawaran yang mencurigakan, serta menginstal software keamanan dan melakukan pemindaian keamanan reguler pada semua perangkat yang digunakan untuk bermain game," ujarnya.

Supaya tidak menjadi target program berbahaya yang menyamar sebagai video game, Kaspersky merekomendasikan untuk menggunakan layanan sah dengan reputasi yang telah terbukti.

Selanjutnya, berikan perhatian ekstra pada keaslian situs web. Jangan mengunjungi situs web yang mengizinkan pengunduhan permainan video sampai Anda yakin itu sah dan mulailah dengan https.

Mengonfirmasi situs web asli dengan memeriksa ulang format URL atau ejaan nama perusahaan, sebelum memulai unduhan. Lalu, jangan mengklik tautan mencurigakan, seperti yang menjanjikan peluang untuk memainkan game pra-rilis.

Terakhir, selalu gunakan solusi keamanan yang andal untuk perlindungan komprehensif dari berbagai ancaman kejahatan siber yang ada.

Komentar

x