Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 07:54 WIB

Penjualan Anjlok, Samsung Tersungkur di China

Selasa, 11 Juni 2019 | 21:30 WIB
Penjualan Anjlok, Samsung Tersungkur di China
(channelnewsasia)

INILAHCOM, Beijing - Samsung diperkirakan akan membukukan pertumbuhan laba terendah dalam lebih dari setahun di kuartal kedua tahun ini akibat penjualan smartphone Galaxy premiumnya yang lesu menutupi bisnis chip-nya yang sangat menguntungkan.

Pangsa Samsung di pasaran smartphone China terus menyusut. Setelah melakukan penutupan pabrik ponselnya di Tianjin, di utara China, raksasa elektronik asal Korea Selatan itu pun berencana untuk memangkas produksinya di satu-satunya pabrik yang tersisa di selatan China.

Menurut Reuters, alasan pengurangan jatah produksi smartphone ini di pabrik Huizhou disebabkan oleh pangsa pasar Samsung yang semakin merosot selama lima tahun terakhir, dari semulai lebih dari 20 persen saat ini menjadi kurang dari 1 persen.

Pabrik Huizhou menjadi satu-satunya pabrik yang tersisa di China, setelah perusahaan menutup pabrik ponselnya di Tianjin setahun lalu.

Selama beberapa tahun terakhir perusahaan telah mengalihkan sebagian besar produksinya ke negara-negara seperti Vietnam dan India, meninggalkan pabrik-pabrik China untuk memenuhi permintaan lokal saja.

Tidak disebutkan berapa porsi pengurangan produksi ponsel di sana. Namun sebagai perbandingan, pabrik Samsung di Vietnam dan India, memiliki output masing-masing mencapai 240 juta dan 67 juta unit, dengan rencana pabrik di Uttar Pradesh mencapai 120 juta pada 2021.

Pengurangan produksi ini tentu akan mempengaruhi kegiatan operasional fasilitas produksi tersebut sehingga berimbas pada jumlah karyawan.

Majalah keuangan Caixin melaporkan bahwa Samsung telah mulai menawarkan PHK sukarela dengan kompensasi kepada karyawan di Huizhou.

Penjualan lesu karena smartphone Samsung kalah bersaing dengan merek-merek lokal yang berhasil menjadi raja di negeri sendiri, seperti Huawei, OPPO, Xiaomi, dan Vivo.

Kendati demikian, Samsung menekankan pentingnya China mengingat negara ini merupakan pasar smartphone terbesar di dunia.

Komentar

Embed Widget
x