Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 08:23 WIB

Buntut Permasalahan Huawei

China Peringatkan Microsoft Hingga Samsung

Senin, 10 Juni 2019 | 02:00 WIB
China Peringatkan Microsoft Hingga Samsung
(ist)

INILAHCOM, New York - Pemerintah China memperingatkan perusahaan teknologi besar, termasuk Microsoft dan Dell dari AS serta Samsung dari Korea Selatan, bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi yang mengerikan jika menuruti larangan administrasi yang diberlakukan oleh Pemerintah AS.

Menurut New York Times, peringatan itu disampaikan dalam pertemuan yang digelar pekan lalu, setelah Beijing mengumumkan telah membuat daftar perusahaan dan individual yang 'tak dapat dipercaya', yang dianggap sebagai cara untuk membalas pemerintahan Donald Trump karena memutuskan rantai penjualan Huawei di AS.

Pembuat semikonduktor ARM dari Inggris dan SK Hynix dari Korea Selatan, juga diundang dalam pertemuan tersebut.

Berdasarkan sumber 'orang dalam', New York Times melaporkan, pertemuan dipimpin oleh Badan Perencanaan Ekonomi Pusat China, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China, serta turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China, yang menyampaikan sambutan kepada sejumlah perusahaan yang mengekspor barang ke China.

Keterlibatan tiga badan pemerintah China menunjukkan adanya koordinasi tingkat tinggi dan kemungkinan persetujuan dari pimpinan paling atas. Intervensi itu tampaknya dirancang untuk menggalang dukungan bagi Huawei, meskipun perusahaan itu tidak secara khusus disebutkan.

Juru bicara Microsoft, Dominic Carr, menolak mengomentari pertemuan tersebut, demikian juga dengan perwakilan untuk ARM, Phil Hughes, dan juru bicara Dell, Dave Farmer. Perwakilan untuk Samsung dan SK Hynix pun tidak menanggapi permintaan komentar dari New York Times.

Larangan pada Huawei bulan lalu mengejutkan banyak orang, karena menyerang langsung jantung ambisi teknologi China. Kini, kedua negara adidaya itu tampaknya membuat 'senjata baru' untuk membidik satu sama lain.

"Situasi sekarang sangat rumit karena administrasi Trump, melalui taktik brinkmanship-nya, telah mengacaukan seluruh hubungan, komersial dan sebaliknya," kata Scott Kennedy, penasihat senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional yang berbasis di Washington yang mempelajari kebijakan ekonomi China.

Sementara itu, kepala geoteknologi di konsultan Grup Eurasia, Paul Triolo, menuturkan ada persepsi kuat di Beijing bahwa Pemerintah AS berniat menumpulkan naiknya teknologi China. Menurut dia, konfrontasi antara kedua negara besar itu memiliki implikasi politik besar bagi Presiden China Xi Jinping

Presiden Xi dan partainya akan dianggap tidak mampu mempertahankan masa depan ekonomi China jika konfrontasi dengan AS menghancurkan Huawei dan menghempaskan rencana peluncuran teknologi nirkabel 5G, tambah Triolo.

Secara lebih luas, peringatan yang dibuat China itu juga tampaknya merupakan upaya untuk mencegah putusnya rantai pasokan yang menghubungkan ekonomi China ke seluruh dunia.

Produksi beragam komponen elektronik dan bahan kimia, bersama dengan perakitan produk elektronik, menjadikan negara itu sebagai fondasi operasi banyak perusahaan multinasional terbesar di dunia.

Karena hubungan perdagangan antara AS dan China telah rusak, ada peningkatan kekhawatiran di China bahwa perusahaan-perusahaan besar akan memindahkan produksi ke tempat lain untuk menghindari risiko jangka panjang.

Komentar

Embed Widget
x