Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 19:29 WIB

Prancis Selidiki Dana 'Misterius' Carlos Ghosn

Jumat, 7 Juni 2019 | 14:14 WIB
Prancis Selidiki Dana 'Misterius' Carlos Ghosn
Carlos Ghosn - (Foto: thenational)
facebook twitter

INILAHCOM, Paris - Pemerintah Prancis yang memegang 15 persen saham Renault, melalui Menteri Keuangan mereka mengatakan bakal menindaklanjuti dana 'misterius' sebesar 11 juta euro atau sekitar Rp176 miliar yang diduga mengalir kepada Carlos Ghosn, mantan petinggi aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.

Masalah hukum terkait dana yang dipertanyakan ini akan menjadi batu sandungan terbaru bagi Ghosn setelah ia ditangkap pada November 2018 atas tuduhan kejahatan keuangan.

"Negara (Prancis) akan menyerahkan semuanya kepada otoritas pengadilan dan akan ada laporan," ucap Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire kepada BFM TV, seperti dilansir AFP.

"Negara akan memainkan peran sepenuhnya sebagai pemegang saham Renault. Ketika negara memiliki kepemilikan saham di Renault, perannya adalah untuk memastikan bahwa tata kelola (perusahaan) berfungsi dengan baik," tambahnya.

Dia mengatakan, ada fakta 'tercela' berdasarkan audit internal Renault, sehingga Pemerintah Prancis menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas pengadilan untuk menindaklanjuti masalah itu.

Audit internal yang dilakukan Renault dan Nissan mengidentifikasi adanya dana 11 juta euro untuk sebuah pembayaran yang meragukan kepada RNBV --anak perusahaan mereka di Belanda-- yang terkait dengan Ghosn.

"Temuan ini mengkonfirmasi adanya kekurangan dari RNBV dalam hal transparansi keuangan dan prosedur untuk memantau pengeluaran," kata Renault dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan juga bahwa perusahaan mencari tindakan hukum atas 'biaya tambahan perjalanan udara' untuk Ghosn dan biaya lainnya 'serta mengeksplorasi pemberian yang dibuat Ghosn kepada beberapa organisasi nirlaba'.

Ghosn yang kini berusia 65 tahun, tengah menunggu persidangan di Tokyo, Jepang atas tuduhan tidak melaporkan gajinya selama bertahun-tahun saat berada di Nissan. Ia juga dituduh menggunakan dana perusahaan untuk pengeluaran pribadi.

Komentar

x