Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 22:45 WIB

Di Tengah Tekanan Resesi Ekonomi Global

Kuartal I 2019, Ekspor Toyota Indonesia Turun 6%

Minggu, 26 Mei 2019 | 01:01 WIB
Kuartal I 2019, Ekspor Toyota Indonesia Turun 6%
(dok.TMMIN)

INILAHCOM, Jakarta - Gejolak perekonomian global serta adanya tendensi proteksionisme di beberapa negara mulai membawa dampak bagi pertumbuhan ekspor otomotif nasional.

Volume ekspor kendaraan utuh atau Complete Build Up (CBU) bermerek Toyota pada Januari hingga April 2019 tercatat sebanyak 61.600 unit atau turun 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu dengan jumlah 65.700 unit.

Beberapa penyebab turunnya kinerja ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota antara lain dikarenakan kondisi perekonomian di negara destinasi tujuan ekspor terutama di kawasan Timur Tengah dan Filipina.

Dari total volume ekspor CBU bermerek Toyota tersebut, kontributor terbesar masih dipegang oleh model Sport Utility Vehicle (SUV) Fortuner dengan volume 14.400 unit atau 23 persen dari total volume ekspor, diikuti Rush dengan volume 12.600 unit (20 persen), serta Agya dengan volume 10.800 unit (18 persen).

Model-model lainnya adalah Vios 7.500 unit, Avanza 8.400 unit, serta Kijang Innova, Sienta, Yaris dan Town Ace/Lite Ace dengan total volume 7.900 unit.

Menanggapi kondisi performa ekspor yang tertekan, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menjelaskan bahwa situasi yang terjadi saat ini merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi resiko yang telah diperhitungkan oleh korporasi.

"Naik turunnya kondisi perekonomian di sebuah negara tujuan ekspor merupakan hal di luar kontrol atau kendali kita dan tidak terhindarkan. Namun demikian, hal-hal seperti ini tentu telah kami perhitungkan dalam manajemen resiko," ungkap dia.



Ekspansi Ekspor

Walaupun kinerja ekspor CBU di periode caturwulan pertama tahun ini kurang memuaskan, TMMIN belum mau mengoreksi target pertumbuhan ekspor dan masih optimis bahwa pertumbuhan di atas 5 persen hingga akhir 2019 dapat dipenuhi.

"Belum ada koreksi terhadap target ekspor. Kami masih optimis target pertumbuhan di atas 5 persen dapat tercapai. Mulai pertengahan tahun, akan ada ekspansi ekspor ke beberapa negara tujuan baru di kawasan Amerika Tengah," ujar Bob Azam.

"Ditambah adanya permintaan fleet order dari negara-negara Timur Tengah diharapkan bisa membantu tercapainya target yang ditetapkan," imbuh dia.

Penambahan negara tujuan di kawasan Amerika Tengah tersebut melalui proses yang tidak singkat. Studi pasar termasuk peraturan dan regulasi di negara kandidat tujuan ekspor baru dilakukan langsung oleh divisi terkait di TMMIN sejak 2018.

Pada November tahun lalu, TMMIN mengundang para distributor dari kandidat negara tujuan ekspor baru ke Indonesia untuk melihat proses produksi di pabrik Karawang serta berdiskusi mengenai hal-hal yang terkait dengan tren pasar dan karakteristik konsumen di negara-negara tersebut.

Setelah seluruh proses studi selesai, TMMIN kemudian mengusulkan potensi perluasan ekspor ini ke pihak prinsipal untuk mendapatkan persetujuan.

"Persaingan yang semakin sengit, ditambah dengan kondisi ekonomi global yang kurang stabil, membuat kami harus semakin proaktif dalam meningkatkan performa ekspor, tidak hanya menunggu order dari prinsipal. TMMIN membuat divisi khusus yang bertugas mencari pasar-pasar tujuan ekspor baru sebagai upaya dalam menjawab tantangan tersebut," ucap Bob Azam.

Toyota Indonesia telah melakukan kegiatan ekspor sejak 1987 yang dimulai dengan pengapalan Kijang generasi ketiga ke Brunai Darusalam. Momentum terbaik kegiatan ekspor Toyota dimulai sejak berjalannya proyek Innovative International Multipurpose Vehicle (IMV) di 2004.

Posisi strategis sebagai salah satu basis produksi dan ekspor di kawasan Asia Pasifik, memberikan peluang yang besar bagi Toyota Indonesia untuk memperluas penetrasi ke pasar global selain memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Pengalaman yang panjang dalam melakukan aktivitas produksi kendaraan berstandar global serta kegiatan ekspor yang konsisten, telah mendapat pengakuan dari Pemerintah Indonesia dengan dianugerahkannya Penghargaan Primaniyarta kepada TMMIN sebanyak sembilan kali.

Komentar

Embed Widget
x