Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 14:25 WIB

RightLedger Dorong Ekosistem Platform Blockchain

Oleh : Ibnu Naufal | Rabu, 22 Mei 2019 | 22:22 WIB
RightLedger Dorong Ekosistem Platform Blockchain
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Teknologi Blockchain saat ini menjadi perbincangan masyarakat. Sejumlah kalangan menganalogikannya seperti buku besar digital yang terdesentralisasi, sehingga dapat diakses semua pengguna karena informasi yang dikumpulkan disebar ke semua pihak lewat server.

Country Director RightsLedger Indonesia, Rio K Liau, mengatakan konten digital menjadi satu hal yang dibutuhkan dan dihasilkan yang kemudian dapat memiliki sebuah nilai. RightsLedger sebagai salah satu perusahaan yang mengedepankan teknologi blockchain telah menyiapkan tiga platform untuk meramaikan industri konten digital.

"Kami coba membuat yang sedikit berbeda. Membuat platform untuk kreator konten yang di dalamnya ada Blockchain. Diketahui, Blockchain salah satu jaringan transparan di mana setiap transaksinya bisa dilacak oleh siapa pun," katanya di Jakarta,baru-baru ini.

Karena itu tiga platform disiapkan. Ketiganya adalah Milio, yang fungsinya untuk media sosial, Milstage untuk streaming platform, dan Mildeals merupakan marketplace untuk konten. Salah satu dari ketiganya akan rilis pada 15 Juni 2019.

Keuntungan berikutnya menggunakan Blockchain yaitu data yang didaftarkan pemilik tidak hanya tersimpan di satu tempat sehingga akan dibagikan ke seluruh unit pengguna.

Ketika ada yang mencurinya akan bisa terbantahkan dengan data tersebut, karena sistem Blockchain identik dengan data yang tidak bisa diubah.

"Catatan Blockchain akan memberi proteksi untuk pemilik kreator konten. Tujuan pengadaan platform ini juga karena adanya fenomena kreator yang tidak bisa menghasilkan uang sebagaimana mestinya," jelas Rio.

Perbedaan dengan platform lainnya adalah kreator dijanjikan 50-90 persen pembagian pendapatan iklan, tapi tergantung pada syarat dan ketentuan.

Sementara keuntungan untuk pengguna yang streaming yakni berhak mendapat reward atau penghargaan jika tidak melewati iklan. "Standard ini yang adil. Baik untuk pengiklan maupun pengguna platform," paparnya.

Selain itu yang membedakan adalah RightsLeger menerapkan teknologi blockchain pada konten digital yang diunggah pengguna di platformnya.

Data yang sudah terekam dalam jaringan blockchain sangat sulit diubah maupun dimodifikasi. Penerapan blockchain akan membantu pengguna memproteksi kontennya serta sebagai bukti atas kepemilikan konten tersebut jika ada pengguna lain yang menduplikasi kontennya.

"Pembuktian kepemilikan sebuah konten menjadi penting karena saat ini konten adalah sebuah properti yang memiliki potensi nilai ekonomi tinggi," Imbuhnya.

Komentar

x