Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 22:34 WIB

Facebook Live Diblokir untuk Akun Bermasalah

Kamis, 16 Mei 2019 | 09:09 WIB
Facebook Live Diblokir untuk Akun Bermasalah
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Menlo Park - Facebook menerapkan kebijakan baru bagi para akun yang melanggar kebijakan mereka, yakni dengan tidak bisa menggunakan fitur siaran langsung atau Facebook Live.

"Mulai saat ini, orang-orang yang melanggar beberapa aturan di Facebook, termasuk kebijakan kami mengenai Organisasi dan Individu Berbahaya, akan dilarang menggunakan Facebook Live," kata Guy Rosen, Vice President Integrity Facebook, dalam keterangan di blog resmi mereka, seperti dikutip Rabu (15/5/2019).

Pembatasan fitur Facebook Live ini dipicu aksi terorisme di Christchurch, Selandia Baru, beberapa waktu lalu. Saat itu, pelaku menyiarkan aksi brutalnya secara langsung di platform Facebook.

Sebelum aturan baru ini, pengguna yang melanggar Standard Komunitas Facebook akan ditutup aksesnya ke platform Facebook selama beberapa waktu, termasuk pengguna tidak bisa menggunakan fitur Live. Jika pengguna berkali-kali melanggar aturan tingkat bawah Facebook, atau sekali melanggar aturan yang tergolong berat, Facebook bisa menutup semua akses ke layanan.

Pada aturan baru yang secara spesifik mengatur fitur Live ini, pengguna yang melanggar aturan serius di Facebook akan dilarang menggunakan Facebook Live selama beberapa waktu, bisa jadi 30 hari, mulai dari hari pelanggaran.

"Kami berencana memperluas larangan ini ke area lain dalam beberapa pekan ke depan, mulai dari melarang orang-orang (bermasalah tersebut) membuat iklan di Facebook," kata Rosen.

Bercermin dari pengalaman mereka terhadap serangan di Selandia Baru, Facebook mengalami kesulitan untuk mendeteksi potongan video terorisme atau video yang sudah diedit, meski pun mereka sudah menggunakan teknik yang canggih.

Facebook telah menjalin kerja sama dengan University of Maryland, Cornell University dan University of California, Berkeley, AS, untuk mengembangkan deteksi manipulasi media melalui gambar, video dan audio, serta membedakan konten yang diunggah secara tidak sengaja dengan orang-orang yang sengaja memanipulasi foto dan gambar.

Komentar

x