Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 19:58 WIB

Kuartal I 2019, Ekspor Toyota Indonesia Tumbuh 2%

Minggu, 12 Mei 2019 | 17:18 WIB
Kuartal I 2019, Ekspor Toyota Indonesia Tumbuh 2%
(dok.TMMIN)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Di tengah ketegangan perdagangan global yang dipicu konflik dagang AS dan China, Toyota Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan ekspor sebesar dua persen pada kuartal pertama 2019.

Pada periode Januari-Maret itu, ekspor kendaraan utuh (CBU) dengan merek Toyota yang diproduksi di Indonesia mencapai 46.130 unit, naik dua persen dibandingkan kuartal pertama 2018 yang mencapai 45.350 unit.

Performa positif kuartal pertama kali ini didukung model Sport Utility Vehicle (SUV) Fortuner buatan Pabrik Karawang 1 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang menempatkan posisi sebagai kontributor terbesar.

Kendaraan yang menjadi favorit di kawasan GCC, Amerika Selatan, dan ASEAN ini tercatat menyumbangkan total 11.165 unit atau 24 persen dari total ekspor CBU kendaraan bermerek Toyota.

"Sejak lima tahun terakhir, Fortuner konsisten menjadi model SUV penyumbang terbesar bagi prestasi ekspor Toyota Indonesia," ujar Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN, dalam siaran persnya kepada INILAHCOM.

Kontributor ekspor kedua terbesar adalah model SUV kecil Toyota Rush dengan angka 8.800 unit atau sebesar 19 persen, kemudian diikuti oleh model hatchbatck Toyota Agya dengan volume ekspor 8.600 unit atau sekitar 18 persen.

Model lain kendaraan Toyota yang menopang pertumbuhan ekspor mobil CBU adalah Avanza (5.780 unit), Vios (5.500 unit), Town Ace/Lite Ace (3.715 unit), serta Kijang Innova, Sienta, dan Yaris dengan total (2.570 unit).

"Di tahun 2019, Toyota menargetkan pertumbuhan ekspor di atas lima persen meski situasi makro ekonomi dunia masih tidak menentu. Saat ini, kami fokus untuk mencari pasar-pasar ekspor non tradisional baru untuk mencapai target tersebut," kata Bob Azam.

Selain kendaraan CBU, Toyota juga mengekspor kendaraan setengah jadi (CKD), mesin utuh, serta komponen kendaraan. Hingga Maret 2019, Toyota Indonesia berhasil mengekspor CKD sebanyak 9.900 unit, mesin utuh bensin sebanyak 25.750 unit, mesin utuh etanol sejumlah 2.360 unit, serta komponen kendaraan sebanyak 26 juta unit.

Sejak pengapalan perdana pada tahun 1987 hingga saat ini, Toyota Indonesia berhasil menggenapkan angka 1,5 juta unit akumulasi ekspor kendaraan utuh Toyota dengan estimasi nilai ekspor lebih dari US$28,8 miliar.

Saat ini, lebih dari 80 negara di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika, telah menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia.

"Capaian 1,5 juta kumulatif ekspor ini tidak lain didukung oleh kekuatan brand Toyota yang telah terbukti mampu memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai belahan dunia. Kami berharap konsistensi aktivitas ekspor brand Toyota dapat membantu tercapainya keseimbangan neraca perdagangan nasional di tengah kondisi ekonomi global yang kurang menguntungkan," pungkas Bob Azam.

Komentar

x