Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 05:40 WIB

Operator Tri Mulai Matikan Jaringan 2G

Kamis, 9 Mei 2019 | 06:06 WIB
Operator Tri Mulai Matikan Jaringan 2G
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Operator seluler Hutchison 3 Indonesia (Tri) mulai menonaktifkan jaringan 2G di beberapa titik karena dianggap sudah minim pengguna.

Chief Commercial Officer Tri Indonesia Dolly Susanto menyebut bahwa saat ini jumlah pengguna jaringan 2G milik mereka hanya sebesar lima persen.

"Sudah ada (yang dimatikan jaringan 2G). Karena sudah tidak ada pelanggannya lagi," ujar dia.

Sayangnya, Dolly tidak merinci titik-titik 2G mana saja yang telah dinon-aktifkan. Dia hanya mengatakan, sebagian besar titik 2G yang telah dinon-aktifkan berada di kota-kota besar seperti Jakarta.

"Saya tidak hafal, tapi tidak terlalu banyak. Kurang lebih tiga persen (dari total base tranceiver station jaringan 2G). Secara fisikal tetap ada ya fitur 2G-nya hanya kita mematikannya menggunakan software," papar dia.

Setelah jaringan 2G dinon-aktifkan, mantan pengguna jaringan 2G Tri masih bisa menggunakan operator seluler tersebut. Hanya saja mereka harus beralih ke jaringan 3G atau 4G.

Dolly menyebut Tri memiliki 55.000 base tranceiver station (BTS) yang sudah beroperasi selama ini. Sebanyak 25.000 di antaranya mengoperasikan jaringan 4G, 40.000 BTS mengoperasikan jaringan 3G, dan hanya 15.000 yang beroperasi di jaringan 2G.

Dari total 38 juta pengguna Tri, Dolly mengklaim 75 persennya lebih banyak mengonsumsi jaringan 4G dan sekitar 20 persennya mengakses jaringan 3G.

Sebagian besar dari total pelanggan Tri diklaim berasal dari kalangan anak muda yang sudah mengadopsi smartphone dengan kebutuhan data yang lebih tinggi, seperti gaming dan streaming video.

"Pelanggan Tri (berasal dari) anak muda yang sangat aktif di smartphone dan yang benar adaptasi dengan teknologi baru," pungkas Dolly.

Komentar

x