Find and Follow Us

Minggu, 16 Juni 2019 | 04:01 WIB

Apple Terancam Denda Besar Karena Spotify

Selasa, 7 Mei 2019 | 20:30 WIB
Apple Terancam Denda Besar Karena Spotify
(ist)

INILAHCOM, Brussels - Apple menghadapi tuntutan dari Spotify di Uni Eropa karena dianggap mengenakan biaya yang terlalu besar untuk aplikasi yang masuk ke App Store.

Laporan The Financial Times menyebutkan bahwa Apple mengenakan potongan 30 persen dari pendapatan aplikasi yang masuk ke App Store karena menggunakan layanan pembayaran dari mereka.

Spotify menjuluki kebijakan tersebut sebagai 'Apple Tax' dan menganggapnya tidak adil. Spotify memasukkan berkas tuntutan ke komisi yang mengurusi kompetisi di Uni Eropa pada Maret lalu.

Menurut The Financial Times, Apple mengenakan potongan 30 persen dari layanan streaming musik sejenis Spotify, namun, tidak mengenakan potongan ke aplikasi lain, misalnya layanan ride hailing Uber.

Jika Spotify memenangkan tuntutan tersebut, komisi kompetisi di Uni Eropa dapat memerintahkan Apple untuk mengganti model bisnis mereka di wilayah tersebut. Berdasarkan peraturan yang berlaku di Uni Eropa, Apple bisa didenda 10 persen dari total pendapatan perusahaan secara global.

Denda untuk Apple bisa mencapai US$26,6 miliar untuk kasus tersebut.

Apple Music dan Spotify mengenakan biaya berlangganan yang mirip, yakni US$9,99 per bulan untuk pelanggan individu dan US$14,99 per bulan untuk paket keluarga maksimal enam orang. Mereka juga memiliki harga khusus untuk pelajar sebesar US$4,99 per bulan.

Tapi, karena biaya 30 persen tersebut, harga Spotify di App Store menjadi US$12,99 per bulan untuk individu, US$16,99 per bulan untuk keluarga, dan US$7,99 per bulan untuk pelajar.

Tidak seperti Apple, Spotify memiliki layanan gratis yang diselingi iklan. Tapi, dengan layanan gratis tersebut, pengguna tidak bisa mengunduh lagu.

Maret lalu, Apple menanggapi tuntutan tersebut dengan argumen Spotify menggunakan App Store untuk mengembangkan bisnis, namun, tidak pernah memberikan kontribusi.

Komentar

x