Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 23:31 WIB

Hoaks Politik Masih Marak Setelah 17 April 2019

Jumat, 3 Mei 2019 | 08:08 WIB
Hoaks Politik Masih Marak Setelah 17 April 2019
Plt Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi 486 berita bohong pada April dan hampir separuh di antaranya yakni 209 adalah hoaks politik.

Angka hoaks tentang isu politik itu meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, Maret, yang hanya 130 dari total 453 hoaks yang terjaring.

Berdasarkan penelusuran mesin AIS Kominfo, jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu, dan ujaran kebencian terus meningkat menjelang hari pemungutan suara Pemilu 2019, pada 17 April, demikian menurut Plt Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu.

"Tidak berhenti di tanggal pencoblosan, jumlah hoaks terus bertambah setelah 17 April 2019," kata Ferdinandus dalam keterangan persnya.

Hoaks politik tersebut antara lain menyerang pasangan calon presiden maupun penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu.

Sementara itu, total berita bohong yang diidentifikasi, diverifikasi, dan telah divalidasi oleh Kominfo sejak Agustus 2018 hingga April 2019 sebanyak 1.731.

Dari jumlah itu, 620 adalah hoaks politik, 210 berita bohong tentang pemerintahan, 200 berkaitan dengan kesehatan, 159 hoaks terkait fitnah, 113 terkait kejahatan, dan sisanya hoaks tentang isu agama, bencana alam, mitos, internasional serta isu lainnya.

Kominfo mencatat hoaks terus meningkat mulai awal tahun ini, pada Januari lalu terdapat 175 konten yang diidentifikasi, kemudian Februari sebanyak 353 konten, dan Maret sebanyak 453 konten.

Komentar

x