Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 22:26 WIB

Review Produk

Vivo V15: Sebuah Inovasi Kamera Selfie

Oleh : Ibnu Naufal | Rabu, 17 April 2019 | 09:09 WIB
Vivo V15: Sebuah Inovasi Kamera Selfie
(inilahcom/Ibnu Naufal)

VIVO telah menghadirkan Vivo V15 di Tanah Air. Untuk diketahui, Vivo V15 merupakan ponsel berkamera pop-up pertama yang hadir di Indonesia.

Vivo V15 di Indonesia hadir dengan bentang layar 6.53 inci dan resolusi 1080 x 2340 piksel. Konsep kamera pop-up membuat ponsel ini hadir tanpa notch.Hasilnya, layar terlihat lebih lega tanpa diganggu oleh notch.

Namun, karena mengusung konsep pop-up, Vivo V15 tidak hadir dengan face unlock. Alih-alih menggunakan face unlock, Vivo menawarkan sensor sidik jari yang diletakkan di bagian belakang.

Lalu, bagaimana dengan performa keseluruhan smartphone ini untuk memikat calon pembeli? Simak Review Vivo 15 berikut ini.

Desain

Vivo V15 terlihat sangat bagus. Kami melihat Layar besar di bagian depan menawarkan bidang tampilan luas yang sedekat dengan konsep semua perangkat layar.

INILAHCOM telah menghabiskan hampir lebih tiga minggu dengan Vivo V15. Ini bukan ponsel kecil, tetapi ujung dan punggungnya yang melengkung dengan lembut membuatnya sangat nyaman untuk dipegang.

Vivo melakukan pekerjaan yang sangat baik meski dengan distribusi berat, dan perangkat dengan mudah digenggam di telapak tangan Anda.

Namun, ergonomi tidak cukup sempurna. Tombol Volume, khususnya, agak rata dengan sisi telepon dan seringkali sulit untuk mengetahui apakah penekanan tombol terdaftar tanpa melihat umpan balik visual.

Mungkin itu hanya penulis, tetapi penulis menemukan tombol volume pada unit review Vivo Pro saya agak terlalu tinggi untuk tangan, membutuhkan sedikit adaptasi untuk dijangkau.

Tombol daya, di sisi lain, mudah dijangkau dan memberikan cukup, meskipun penulis tidak keberatan tombol 'clickier'. Ada jalan pintas langsung untuk Google Assistant di sisi kiri ponsel. Mengklik dua kali tombol ini mengaktifkan Google Lens atau pengenalan gambar Jovi milik Vivo sendiri.

Bagian belakang ponsel semuanya menarik. INILAHCOM memegang Vivo V15 varian Royal Blue. Vivo V15 ini tidak terlihat terlalu mencolok dengan semburat warna biru gradasi hitam.

Efek glossy akan bikin kombinasi dalam dua pilihan warna itu menghasilkan visual yang estetik.

Karena Vivo V15 Pro memiliki kaca belakang, peringatan yang biasa berlaku. Ponsel ini sangat licin dan lebih dari sekali, INILAHCOM sempat menangkapnya tergelincir ke sofa. Hampir tidak mungkin untuk menjaga bagian belakang tetap bersih dari sidik jari dan noda.

Untuk itu Vivo memberikan casing ke dalam paket penjualannya. Casing ini dirancang dengan baik dan menggabungkan punggung transparan dengan panel samping yang kaku sehingga kokoh.

Di bagian atas perangkat, ada jack audio 3,5mm. Tepi bawah memiliki grille speaker dan port pengisian Micro-USB. Ya, ini tahun 2019 dan Vivo V15 Pro memiliki port pengisian daya Micro-USB. Tidak ada pembenaran untuk ini, terutama pada titik harga ini.

Ada pemindai sidik jari dalam-layar generasi kelima di bawah layar di sini dan kami menjajalnya berfungsi dengan sangat baik. Ini tidak secepat secepat pembaca sidik jari, tetapi tidak seperti model tahun lalu, kecepatan pembaca sidik jari tidak lagi menjadi penghalang.

Namun, kami memiliki masalah dengan lokasi titik sentuh sidik jari. Sudah diatur terlalu rendah pada layar dan kami harus menekuk ibu jari sedikit terlalu banyak untuk membuka kunci smartphone.

Jika Anda membaca ulasan Vivo V15 ini, ada kemungkinan besar bahwa kamera pop-up selfie membuat Anda tertarik. Dalam keadilan, itu mungkin berlebihan, tetapi INILAHCOM benar-benar menyukainya.

Kamera selfie pada Vivo V15 Pro muncul dalam waktu kurang dari setengah detik. Cukup cepat. Terletak di sudut kanan atas, kamera muncul untuk pengenalan wajah atau jika Anda mengambil selfie di aplikasi kamera. Ini berfungsi dengan baik bahkan di Instagram.

Layar 6,5 inci itu terasa masif. Ini bagus untuk menonton video dan cukup cerah untuk digunakan baik di dalam maupun di luar ruangan tanpa merasa ngeri.

Berbeda dengan layar HDR 10 yang kompatibel dengan Nokia 8.1, Vivo menawarkan unit LCD yang lebih sederhana dengan fokus pada ukuran dan bezel yang lebih ramping.

Vivo V15 memiliki layar besar 6,5 inci dengan dagu tebal di ujung bawah. Detail paling penting di sini adalah tidak ada kedudukan (mirip dengan Oppo F11 Pro). Sementara saya menghargai desain tampilan tanpa poni, saya tidak bisa tidak memperhatikan dagu besar di bagian bawah. Bezel di bagian atas dan sisi layar cukup tipis.

Layar LCD FHD + memang menampilkan semburat warna merah muda yang nyata, tetapi itu bukan sesuatu yang akan merusak pengalaman menonton. Secara keseluruhan, ini cukup banyak hal standar, jika Anda menjaga poni tampilan yang hilang.

Antarmuka (UI)

Untuk tampilan UI antarmukanya, Vivo masih mempercayakan pada user interface andalan mereka, FunTouch OS 9 terbaru berbasis Android Pie 9.0. Vivo V15 tidak memiliki app drawer. Semua ikon aplikasi ada di Homescreen.

Dukungan sistem operasi ini mengoptimalkan manajemen daya dan memberikan jangka penggunaan yang lebih lama, serta memacu kinerja dan performa Vivo V15 agar semakin andal untuk menyuplai berbagai kebutuhan mobilitas pengguna.

Fitur terbarunya ada Smart Motion, Smart Mirroring, Smart Click, Smart Split, S-capture, dan Motorbike Mode.

Kamera

Untuk menghasilkan selfie yang menarik dan keren , kamera depan Vivo V15 dibekali fitur AI Face Beauty yang bisa diatur secara manual dengan 13 opsi pengaturan, mulai dari memperhalus kulit wajah, meniruskan rahang, mengatur lebar dahi, hingga ketebalan bibir. Fitur ini juga dapat bekerja otomatis.

Kamera Selfie 32MP milik V15 juga membawa fitur Portrait Light Effect guna mengaplikasikan efek pencahayaan (lighting) buatan. Tersedia 6 pilihan diantaranya Natural, Studio, Stereo, Loop, Rainbow, dan Monochrome Background. Mode Portrait Light Effect ini juga sanggup menghasilkan foto selfie dengan efek bokeh yang keren.

Beragam fitur kamera lainnya seperti filter, HDR dan AR Sticker juga bisa diterapkan untuk menghasilkan foto selfie yang lebih ciamik.

Di jajaran produk Vivo, V15 merupakan smartphone Triple Camera pertama Vivo yang resmi tersedia di pasaran. Kamera belakang yang tertanam ini memiliki konfigurasi 12MP + kamera ultra wide angle 8MP + kamera depth sensor 5MP.

Menariknya, kamera utama yang tertanam pada bagian belakang ini memiliki 24 juta unit foto sensitif ditambah dengan sensor 1/2,8 inci, aperture f/1,78 ukuran piksel 1.28m x1.28m dan teknologi dual-pixel.

Sementara itu, kamera kedua yang memiliki lensa super wide mampu menghadirkan objek foto dengan sudut hingga 120 derajat.

Artinya, Anda dapat mengambil foto dengan objek yang lebih banyak dan pemandangan yang lebih luas, serta mengabadikan berbagai momen yang menakjubkan dengan sudut pandang yang lebih luas.

Anda yang hobi bereksplorasi, kamera depan Vivo V15 juga menyertakan beragam fitur dan mode kamera layaknya di kelas flagship, termasuk opsi Pro.

Serupa kamera depan, V15 juga menyertakan opsi Live Photo, yang memungkinkan hasil jepretan seolah-olah dapat bergerak layaknya video saat di preview.

Selain di antarmuka dan kamera depan, Vivo juga menjejalkan teknologi AI cerdas ke kamera utama V15. Salah satu yang paling menonjol adalah hadirnya AI Body Shaping. Fitur ini memungkinkan Anda untuk menyesuaikan bagian tubuh dengan solusi yang ditawarkan secara cerdas.

Anda juga dapat mengatur preferensi secara manual saat berfoto dan merekam video. Membuat bentuk tubuh Anda terlihat lebih proporsional dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Hasil kamera belakang

Dalam ruangan:

Luar ruangan:

Malam hari:

Filter:

Kamera selfie:

Sekilas spesifikasi Vivo V15.

Vivo V15

CPU

Helio P70, Octa-Core 2.1GHz

GPU

Mali-G72 MP3

Memori

6GB RAM

Storage

64GB Support microSD up to 256GB

Kamera

Front 32MP, Rear: 12MP+8MP+5MP

Baterai

4000mAh

OS

Funtouch OS 9 (Based on Android 9.0)

Performa

Dapur pacu Vivo V15 mengandalkan chipset Mediatek Helio P70 dan RAM 6GB. Ini merupakan ponsel kedua di Indonesia yang menggunakan chipset terbaru Mediatek tersebut, setelah Realme U1.

Dari sisi benchmark, prosesor ini setara dengan Qualcomm Snapdragon 660. Namun dari penggunaan sehari-hari, prosesor Snapdragon 660 (ditemukan di Vivo V11 Pro) sedikit lebih unggul untuk urusan grafis.

Mengesampingkan benchmark sintesis, pengalaman kami menunjukkan bahwa Vivo V15 dapat menjalankan berbagai game tanpa kendala. Kami dapat memainkan PUBG Mobile pada setting grafis High, walau diselingi sendatan saat ada mobil atau musuh cukup banyak. Turunkan ke setting grafis Medium, game berjalan dengan mulus dan lancar.

Game populer lain, seperti Asphalt 9 dan Arena of Valor, juga dapat dijalankan dengan baik di setting grafis High, tergantung kompleksitas game tersebut. Untuk game yang bersifat kasual seperti Candy Crush Saga atau Hay Day, Vivo V15 akan bisa menjalankannya dengan lancar.

Navigasi menu, menjalankan dan berpindah aplikasi bisa dilakukan dengan cepat. Suhu ponsel juga cenderung stabil dan tidak panas saat digunakan untuk waktu yang lama.

Singkatnya, performa Vivo V15 dapat diandalkan untuk menjalankan beragam tugas dengan gegas dan tanpa panas.

Untuk daya tahan baterai, Vivo V15 dapat digunakan hingga sekitar 13 jam dengan pola pemakaian rata-rata (sering memotret, akses media sosial, chat dan telpon, serta browsing laman web).

Pengisian daya juga dapat dilakukan dengan lumayan cepat. Dibutuhkan waktu 2 jam untuk mengisi baterai dari 15 persen hingga 90 persen.

Kesimpulan

Meski harga banderolan relatif tinggi yakni Rp4,4 juta, Vivo V15 adalah perangkat yang hebat jika Anda menginginkan tampilan luar yang besar dan masa pakai baterai yang baik.

Kamera selfie juga bagus dengan inovasi kamera pop-up akan menjadi daya tarik bagi mereka yang ingin menonjol.

Dengan adanya Vivo V15 layak dilirik dan tetap menarik dengan kamera selfie pop-up, desain yang fashionable dan tentunya hasil foto dari tiga kamera belakang yang konsisten

Kelebihan:
+ Triple slot sim tray
+ Dual turbo fast charging
+ Fitur AI Jovi pada kamera membantu optimasi pengambilan gambar
+ Kamera warna cukup akurat
+ Fitur AI Beauty yang sangat beragam,
+ Desain futuristik
+ Ultimate All-Screen display

Kekurangan:
- Chipset kurang powerful untuk di kelasnya
- Belum menggunakan USB Type C

Komentar

x