Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 04:23 WIB

Tren dan Peran Kerja Multitasking 2.0

Oleh : Ibnu Naufal | Senin, 15 April 2019 | 18:30 WIB
Tren dan Peran Kerja Multitasking 2.0
(Foto: ArenaLTE)

INILAHCOM, Jakarta- Banyak orang mungkin pernah melihat atau bahkan melakukannya: membuka email dan mesin pencari secara bersamaan, atau mengerjakan presentasi sambil membaca dokumen.

Orang-orang mungkin berpikir bahwa multi-tasking dapat menghasilkan produktivitas, namun nyatanya, studi menemukan bahwa orang-orang dapat kehilangan lebih dari 40 persen performa produktivitasnya dengan melakukan hal yang biasa dianggap sebagai multi-tasking, padahal sebenarnya adalah task-shifting (melakukan perpindahan secara cepat antara satu kegiatan ke kegiatan lain).

Perpindahan konstan antara satu pekerjaan ke pekerjaan lain, berarti para pekerja tidak memiliki pemahaman yang mendalam tentang pekerjaan yang mereka lakukan, di saat yang sama, perpindahan antar satu pekerjaan ke pekerjaan lain akan menambah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Multi-tasking adalah hal yang sulit untuk dihindari saat ini. Hasil studi mengemukakan bahwa peran-peran professional di suatu perusahaan menjadi lebih bervariasi dan kompleks.

Para pekerja secara efektif melakukan satu pekerjaan yang sebelumnya dapat dibagi-bagi ke dalam dua sampai tiga jenis pekerjaan, dan hal inilah yang membuat multi-tasking tidak dapat dihindari. Riset IDC menunjukan bahwa tren ini ramai dilakukan oleh generasi muda, khususnya para pekerja professional.

Tahap pertama adalah membuka jalan bagi generasi multi-tasking yang terbaru, yaitu multi-tasking 2.0, dengan membuat tempat kerja masa kini yang mendukung berbagai jenis pekerjaan dengan teknologi mumpuni.

Dari perspektif teknologi, hal ini berarti memastikan ketentuan-ketentuan perangkat keras yang dinamis dapat ditangani dengan beragam permintaan aplikasi prosesor yang dibuka pada saat yang bersamaan, dan memfasilitasi perpindahan yang mulus diantaranya.

Untuk itu, perancang hardware Lenovo menyematkan teknologi seperti Intel Turbo Boost Technology 2.0 pada desainnya, untuk memampukan perangkat meningkatkan performa grafis dan prosesor ketika mendapatkan beban kerja yang menuntut performa lebih tinggi.

Lenovo juga memiliki teknologi Lenovo Vantage, seperangkat program utilitas yang dapat membantu memfasilitasi proses multi-tasking secara otomatis dengan mengatur pengaturan PC untuk memenuhi kebutuhan pengguna pada waktu tertentu.

Contohnya, ketika pengguna membaca dokumen yang panjang, Lenovo Vantage akan mengubah pengaturan tampilan PC untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, sebelum mengembalikannya pada pengaturan yang lebih intensif-prosesor ketika pengguna memulai membuat presentasi atau menyimpan video.

Beberapa perangkat tambahan dapat memberikan pengaruh besar pada setiap dan keseluruhan produktivitas pekerja dalam lingkungan multi-tasking 2.0.

Dengan perangkat tambahan seperti menggunakan dua monitor dibandingkan satu, atau menghubungkan monitor lebih besar dengan laptop, dapat membantu meningkatkan produktivitas.

Atau dengan menggunakan headset untuk melakukan panggilan suara tanpa membutuhkan tangan pengguna (untuk memegang telepon) adalah komponen penting untuk lingkungan kerja multi-tasking 2.0, serta dapat meningkatkan produktivitas hingga 43 persen.

Kecepatan, serta kemampuan untuk bekerja tanpa menunggu penyesuaian teknologi, merupakan elemen penting lain dari multi-tasking 2.0. Bisnis harus mempertimbangkan berinvestasi pada dock Thunderbolt 2 yang memampukan kecepatan hingga delapan kali lebih cepat dibandingkan dengan USB 3.0, serta menawarkan video bandwith empat kali lebih besar dibandingkan dengan HDMI 1.4, meningkatkan kecepatan interaksi antara perangkat peripheral dan end-point secara signifikan, meningkatkan produktivitas lebih jauh.

Ergonomis

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang menggunakan komputer saat bekerja memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap musculoskeletal disorder (MSI).

Semakin sering mereka menggunakan komputer, semakin besar resikonya. MSI dan cedera lain dapat berdampak pada absen berkepanjangan dan penurunan signifikan pada produktivitas.

Investasi pada teknologi yang memaparkan cahaya biru yang rendah membantu menjaga standar ergonomis yang sehat ketika multi-tasking, dengan mengurangi ketegangan pada mata.

Ketika digunakan berbarengan dengan keyboard yang kenyamanannya telah tersertifikasi, lingkungan end-point akan meningkat pengalaman ergonomisnya, dan monitor stand yang membantu pekerja menjaga postur sehat dengan memampukan mereka menyesuaikan sudut pengelihatan mereka pada layar.

Dengan adanya perubahan gaya bekerja profesional mendorong minat yang jelas untuk menyediakan solusi multi-tasking yang lebih baik, melalui software (aplikasi) atau menambah perangkat peripheral untuk menyesuaikan pengalaman bekerja.

Dengan pekerja benar-benar tertarik untuk mengambil kendali yang lebih besar dari pekerjaan mereka melalui aplikasi tersebut, bisnis memiliki kesempatan untuk meningkatan efisiensi dan produktivitasnya dalam lingkungan kerjanya.

Perangkat end-point telah menjadi penghubung produktivitas yang memfasilitasi persentase alur pekerjaan pengguna yang semakin meningkat. Hal tersebut didorong oleh fokus baru pada pemanfaatan teknologi untuk memampukan komputer membagi sumber dayanya pada berbagai aplikasi sekaligus.

Meskipun menguntungkan bagi pengguna untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dan organisasi untuk memaksimalkan efisiensi, multi-tasking harus diterima secara hati-hati oleh bisnis untuk memastikan tidak terjadinya resiko tambahan pada tempat kerja, yang akan berpengaruh negatif pada produktivitas.

Perusahaan juga membutuhkan kebijakan terkait ergonomi suara, serta menyediakan perangkat keras dan perangkat peripheral yang dirancang ergonomis untuk memastikan multi-tasking tidak berpengaruh buruk pada kesehatan pekerja

Komentar

x